BGN Alok Rp113 Miliar ke EO: Penjelasan Kepala Dadan

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
BGN Alok Rp113 Miliar ke EO: Penjelasan Kepala Dadan

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja menanggapi kritik publik terkait alokasi Rp 113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa penggunaan EO adalah bagian dari kebutuhan strategis lembaga baru ini.

Menurut Dadan, Badan Gizi Nasional masih berada pada fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. “Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujarnya.

Di tengah upaya membangun kapasitas internal, BGN belum memiliki tim yang cukup untuk mengelola acara berskala besar. Dadan menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang kompleks, dibutuhkan dukungan pihak profesional. “Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu. EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” tambahnya.

Selain aspek teknis, Dadan menyoroti bahwa EO juga mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis. “Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” jelas Dadan.

BGN tidak hanya mengadakan acara seremonial. Kegiatan yang dikelola oleh EO juga menjadi bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional. Dadan menegaskan bahwa kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. “Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya,” ungkapnya.

Dadan menilai penggunaan EO lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat. Proses pembentukan kapasitas internal memerlukan waktu, biaya pelatihan, dan rekrutmen yang tidak instan, sementara program harus segera berjalan. “Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” tutur Dadan.

Praktiknya, EO juga berperan sebagai mitra strategis yang memberikan masukan terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi, pengelolaan audiens, hingga optimalisasi anggaran agar memberikan dampak maksimal. Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional tetap berkomitmen menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. “Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” imbuh Dadan.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana lembaga baru harus menyeimbangkan kebutuhan operasional dengan keterbatasan sumber daya internal. Penggunaan jasa profesional menjadi alternatif yang dapat mempercepat pelaksanaan program tanpa mengorbankan kualitas. Pada 12 April 2026, BGN berusaha memastikan setiap langkahnya dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

Badan Gizi NasionalEvent Organizeralokasi anggarankapasitas internaltransparansi

Komentar

Memuat komentar...