BGN Tangani Gangguan CAT, Peserta Diberi Arahan Tetap Tenang
Gambar atau konten salah?
BGN membuka suara terkait kabar ujian seleksi Kopdeskel Merah Putih berbasis CAT yang mengalami gangguan teknis. Peserta banyak mengeluh di media sosial, mengklaim jawaban di CAT berubah sendiri.
Para peserta menilai bahwa sistem tidak stabil. Mereka melaporkan bahwa jawaban yang diklik tiba‑tiba berubah atau tidak tersimpan. Hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di antara calon manajer.
"Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang," ujar Wisudo Putro Nugroho dalam keterangan resmi, 08 Mei 2026.
Setiap jawaban yang diklik akan langsung masuk ke dalam pangkalan data, sehingga tidak perlu klik berulang. Jika data yang tersimpan tampil tidak sesuai, bukan berarti jawabannya berubah. Hal tersebut disebabkan adanya jeda waktu pada jaringan saat akses sedang tinggi.
Pihaknya menyarankan agar peserta beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Tujuannya menghindari penumpukan beban pada waktu tertentu saat proses kirim jawaban ke server.
Dia memastikan akses sistem dapat mengakomodir pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari aspek sistem keamanan CAT saat proses ujian berlangsung. BGN telah merancang sistem untuk memudahkan peserta ujian.
Sistem CAT telah melalui berbagai pengujian untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam seleksi. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses dengan memahami aturan serta menerapkan strategi yang tepat.
"Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024," jelas Wisudo.
Dalam tahap ujian CAT, peserta seleksi akan menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif secara khusus mengukur dua aspek penting, yaitu kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power).
Skema soal dirancang untuk menilai bagaimana peserta mampu memproses informasi, dan menyelesaikan soal secara akurat dalam waktu yang terbatas sehingga membutuhkan strategi pengerjaan yang efektif.
Oleh karena itu, BGN telah menyiapkan sarana prasarana dan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan agar para peserta dapat mengikuti ujian secara maksimal.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapan sistem ujian dan komunikasi yang jelas kepada peserta. BGN menegaskan bahwa semua langkah telah diambil untuk menjaga integritas dan kenyamanan proses seleksi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Keuangan: IHSG Turun 19% Tanpa Intervensi Pemerintah
DPR Izinkan Danantara Emitir Patriot Bond, Merah Putih Bond
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
Dolar AS Kuat, Rupiah Tertekan ke Rp18.000 per Unit Jumat
Purbaya: Outlook Negatif Danantara Sesuai Peringkat
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
