BGN Tegaskan Pencairan Dana MBG Sudah Selesai, Tanpa Kendala

Fandi R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
BGN Tegaskan Pencairan Dana MBG Sudah Selesai, Tanpa Kendala

Gambar atau konten salah?

Isu pencairan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa unggahan menyebutkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menerima Bantuan Pemerintah (Banper) dan menuduh ada pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi kabar tersebut, BGN menegaskan bahwa klaim terhambatnya pencairan dana operasional MBG tidak benar. Lembaga tersebut menyatakan bahwa seluruh proses penyaluran Banper kepada SPPG telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Banper merupakan dukungan anggaran yang diberikan pemerintah kepada SPPG untuk menjalankan operasional program Makan Bergizi Gratis. Dana tersebut digunakan dalam proses produksi hingga distribusi makanan bergizi bagi para penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, balita, hingga ibu hamil.

Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN, Lili Khamiliyah, mengatakan pencairan dana untuk pelaksanaan MBG telah dilakukan secara nasional pada awal Juni 2026. Ia menulis, “Pelaksanaan pencairan anggaran program MBG pada seluruh SPPG se‑Indonesia akan dilaksanakan top up dana Banper pada hari Jumat, 5 Juni 2026,”. Lili menambahkan, “Agar para Kepala KPPG, Kareg, Korwil, Korcam dan Kepala SPPG menyampaikan kepada seluruh yayasan/mitra.”

BGN memastikan bahwa tidak ada kendala dalam pencairan pelaksanaan MBG di lapangan.

Untuk rencana ke depan, BGN memiliki beberapa strategi terkait program MBG yang menyesuaikan efisiensi anggaran. Beberapa rencana tersebut meliputi:

  • Refocussing penerima manfaat – menyesuaikan target penerima agar lebih tepat sasaran.
  • Moratorium dapur pada titik-titik baru – menunda pembukaan dapur baru di lokasi tertentu.
  • Pembenahan dapur‑dapur yang telah berdiri dan beroperasi – memastikan dapur sesuai standar untuk menghasilkan makanan berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM.
  • Merealisasikan program MBG untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) – menggunakan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.

Dengan langkah-langkah ini, BGN berharap program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini tetap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kesehatan generasi muda di Indonesia.

MBGBantuan PemerintahSPPGBGNpencairan danaprogram Makan Bergizi Gratispenerima manfaatefisiensi anggaran

Komentar

Memuat komentar...