BGN Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama Produksi Susu MBG

Fitri A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
BGN Tegaskan Tidak Ada Kerja Sama Produksi Susu MBG

Gambar atau konten salah?

BGN menegaskan bahwa tidak ada kerja sama dengan produsen susu untuk membuat produk khusus program MBG (Makan Bergizi Gratis). Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa produk yang dilabeli khusus MBG hanyalah bagian dari pemasaran perusahaan.

“BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun. Jadi kalau ada produsen yang untuk marketing-nya kemudian membuat tulisan susu sekolah, saya kira itu upaya dari yang bersangkutan,” kata Dadan saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (2 April 2026).

Dadan menjelaskan bahwa seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG bebas membeli susu dari pasar terbuka sesuai harga yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus untuk produsen tertentu atau kewajiban membeli produk tertentu. “Seluruh SPPG membeli di free market. Tidak ada misalnya kita memberikan ke produsen tertentu nih kami bayar, kemudian nanti kasihkan ke MBG gratis, nggak ada. Jadi kami susu berbasis SPPG dibeli berbasis harga pasar yang ada,” paparnya.

Ia menambahkan, “Jadi kalau ada yang susu sekolah di pasaran, saya kira itu mungkin ada produsen yang berusaha supaya laku. Nah kemudian dijual di pasaran, bisa seperti itu.”

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, turut menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah bekerja sama dengan produsen susu manapun untuk menyiapkan produk khusus program MBG. “Sehingga dapat dipastikan jika produk ‘khusus MBG’ yang ramai diperbincangkan di media sosial tidak ada sangkut paut sama sekali dengan BGN.”

“Itu kan bukan produknya kita. Kita MBG nggak pernah punya bikin susu” kata Nanik.

Produk Susu Sekolah yang diklaim khusus untuk program MBG menjadi perbincangan setelah netizen membagikan foto produk dijual di minimarket. Kemasan 125 ml dipasarkan dengan harga sekitar Rp 4.000 per kemasan atau Rp 138.000 per dus, meski di dalam kemasan tertulis “SUSU GRATIS PROGRAM MBG. TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN.”

“Agak kaget, syok nemu ini, padahal tertera ada tulisan SUSU GRATIS PROGRAM MBG. TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN, tapi kok bisa diperjualbelikan di minimarket,” beber salah satu netizen dalam utasannya di Thread.

Perkataan Dadan dan Nanik menegaskan bahwa tidak ada hubungan resmi antara BGN dan produk susu yang berlabel MBG. Sementara itu, netizen masih mengamati bagaimana produk tersebut beredar di pasar.

BGNMBGsusu sekolahprodusen susupasar terbukanetizenminimarket

Komentar

Memuat komentar...