BGN Tutup SPPG, 150 Relawan Terpaksa Henti, Video Viral

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
BGN Tutup SPPG, 150 Relawan Terpaksa Henti, Video Viral

Gambar atau konten salah?

Di Bandung, seorang pria bernama Hendrik Irawan MBG menjadi sorotan setelah video dirinya menari sambil memamerkan keuntungan Rp6 juta per hari di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ia pimpin.

Video tersebut diposting di akun TikTok Hendrik pada 15 Maret 2026. Sejak itu, video telah dilihat lebih dari 1,2 juta kali dan mendapat 10,6 ribu suka. Meskipun begitu, pemilik akun menonaktifkan kolom komentar.

Reaksi publik tidak tinggal diam. Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi dengan menutup sementara operasional dapur SPPG. Hingga kini belum diumumkan berapa lama penutupan tersebut.

“Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nani selaku Wakil Kepala BGN. Kemudian pengawas BGN, Pak Doni Sitorus juga menelepon saya tadi pagi, beliau bilang 'Pak Hendrik, SPPG bapak ditutup ya'. Saya tidak apa-apa, mungkin netizen akhirnya puas,” kata Hendrik Irawan dalam unggahan terbarunya pada Rabu (25 Maret 2026).

Hendrik mengaku terkejut dengan keputusan BGN. Ia menambahkan bahwa ada beberapa pelanggaran prosedur yang mungkin menjadi alasan penutupan tersebut.

“Awalnya saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru-hara. Tapi memang ini kesalahan saya, saya tidak mematuhi protokol, seperti saya nge-dance itu di ruangan pengemasan. Saya tidak menyangka akan viral seperti ini,” jelas Hendrik.

Penutupan SPPG berdampak pada ratusan relawan yang terlibat dalam operasional dapur. Hendrik menyebutkan bahwa sekitar 150 relawan tidak akan bekerja lagi.

“Dengan keputusan BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja. Jadi mungkin inilah dampaknya mungkin saya terlalu frontal, saya sangat prihatin bagaimana nasib relawan saya, 150 relawan yang benar-benar sudah semangat,” ungkapnya.

Ia juga meminta maaf atas perbuatannya dan menjelaskan asal-usul keuntungan Rp6 juta per hari.

“Jadi hari ini saya menjelaskan insentif Rp6 juta yang saya dapatkan itu darimana. Jangan sampai netizen blunder. Jadi itu insentif bukan diambil dari jatah anak-anak, itu dari insentif yang bapak presiden (Prabowo Subianto) berikan,” kata Hendrik.

Hendrik menegaskan bahwa ia menginvestasikan modal sebesar Rp3,5 miliar untuk membangun SPPG di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Lahan yang digunakan memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi.

“Kami membangun dapur ini pakai uang sendiri. Saya membangun SPPG ini tidak memakai uang pemerintah. Nah dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra, uang itu hanya pengganti selama program berjalan. Bukan cuma-cuma, tapi saya mengeluarkan modal Rp3,5 M untuk ikut program Bapak Prabowo ini,” jelas Hendrik.

Penutupan sementara dapur SPPG menimbulkan ketidakpastian bagi para relawan dan menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap protokol yang ditetapkan oleh BGN. Keputusan ini juga menimbulkan perdebatan tentang transparansi dan akuntabilitas dalam program gizi yang dijalankan oleh pihak swasta.

Hendrik IrawanSPPGBGNTikTokPrabowo SubiantoRp6 juta per haripenutupan sementara

Komentar

Memuat komentar...