BI Tegaskan Rupiah Di Tetap Stabil Meski Kurs Turun

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
BI Tegaskan Rupiah Di Tetap Stabil Meski Kurs Turun

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) menegaskan alasan tetap menyebut rupiah berada dalam kondisi stabil meski nilainya turun ke sekitar Rp 17.600 per dolar AS. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menekankan bahwa fokus utama bank sentral adalah menjaga stabilitas pergerakan rupiah, bukan mempertahankan level kurs tertentu.

Menurut Perry, stabilitas diukur dari volatilitas atau naik‑turunnya nilai tukar rupiah dalam periode tertentu. Pengukuran dilakukan dengan rata‑rata pergerakan selama 20 hari untuk menilai apakah fluktuasi rupiah masih terkendali.

"Kata‑katanya adalah stabilitas nilai tukar rupiah, bukan tingkat nilai tukar rupiah. Kita bicara stabilitas, bukan level. Nah, ini yang kita jabarkan. Nah, yang kami dekati sekarang adalah yang kita sebut stabilitas. Ini adalah volatilitas nilai tukar rupiah yang average‑nya 20 hari," kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada 18 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa volatilitas rupiah secara year‑to‑date saat ini berada di level 5,4 %. Angka tersebut dinilai masih relatif stabil dan terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang juga mengalami tekanan akibat gejolak global.

"Kami cek tadi itu di dalam year‑to‑date sekarang, itu adalah 5,4%. 5,4%, which is actually itu masih relatif stabil. Lagi‑lagi, mandatnya undang‑undang stabilitas nilai tukar rupiah. Mari kita berdiskusi mengukur stabilitas, stabilitas bukan level, tapi ada bagaimana naik turunnya," tambah dia.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah Perry dikritik oleh sejumlah anggota DPR yang mempertanyakan klaim BI soal stabilitas rupiah. Pelemahan mata uang Garuda dinilai sudah berdampak terhadap persepsi publik dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.

"Kami tadi cek ya, 5,4%. Nah, 5,4%, itu adalah seperti tadi. Itu adalah, mari kita memahami ini dan juga ikut menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini stabilitas ini bukan level‑nya," ujar Perry.

Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, juga mempertanyakan indikator yang digunakan BI dalam menyebut stabilitas rupiah masih terjaga. Ia menilai pelemahan rupiah yang sudah menembus level Rp 17.600 perlu dicermati lebih serius.

"BI menyatakan bahwa stabilitas rupiah tetap terjaga namun secara fakta rupiah telah melemah hingga menembus Rp 17.600. Nah pertanyaan kami memang sangat sederhana, tentang indikator terjaga yang digunakan oleh BI ini bagaimana? Dan apakah BI masih melihat pelemahan rupiah ini sebagai hal biasa atau sebenarnya sudah masuk kategori tekanan fundamental Pak?" sebut Charles.

Dalam konteks ini, BI menegaskan bahwa meski nilai tukar menurun, volatilitas tetap berada di kisaran yang dianggap aman. Fokus bank sentral tetap pada pengukuran volatilitas 20‑hari dan year‑to‑date, bukan pada level kurs tertentu.

Dengan demikian, BI menekankan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama, sementara penurunan nilai tukar dianggap sebagai fenomena normal yang dapat dikelola melalui kebijakan moneter yang tepat.

RupiahStabilitasVolatilitasBank IndonesiaPerry WarjiyoKomisi XI DPR RIKurs Rp 17.600

Komentar

Memuat komentar...