Biaya Mobil Hebat di Indonesia, Dibanding Malaysia & Thailand

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Biaya Mobil Hebat di Indonesia, Dibanding Malaysia & Thailand

Gambar atau konten salah?

Di Indonesia, biaya hidup terasa berat. Meski pendapatan per kapita masih rendah, pajak kendaraan menjadi salah satu beban terbesar bagi konsumen. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa GDP per kapita Indonesia pada tahun lalu hanya sebesar US$ 4.900, jauh di bawah Thailand yang mencapai US$ 7.300 dan Malaysia yang tembus US$ 12.600.

Berbeda dengan ketiga negara tersebut, Indonesia masih menuntut persentase pajak mobil yang lebih tinggi. Komposisi pajak mobil di Indonesia terdiri dari beberapa elemen: PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), Bea Balik Nama, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah), serta biaya penerbitan STNK, pelat nomor, dan BPKB. Di Malaysia, tidak ada pungutan BBNKB dan PPnBM sangat kecil, bahkan kurang dari 1 %. Thailand memiliki struktur pajak mirip Malaysia, namun PPN di Thailand lebih rendah dan PPnBM lebih tinggi.

Menurut Kukuh Kumara, kepala di Gaikindo, “Pajak di Indonesia relatif tinggi. Ambil contoh, misalnya mobil keluar pabrik harganya Rp 100 juta. Tapi kalau kalian mau beli, bayarnya Rp 150 juta. Jadi Rp 50 jutanya sendiri pajak.” Ia menjelaskan bahwa beban pajak mobil di Indonesia berat, terutama karena PPnBM yang mencapai 95 % untuk model tertentu. Pungutan BBNKB juga menambah beban, sehingga harga kendaraan menjadi lebih tinggi.

Dalam konteks GDP yang masih di bawah Malaysia, Kukuh menekankan perlunya relaksasi pajak agar harga kendaraan lebih terjangkau. “Kita nggak egois dan masyarakat merasakan manfaatnya. Biar industri tumbuh, ekonomi juga tumbuh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbandingan antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat menjadi dasar kajian lebih lanjut.

Dengan GDP di kisaran US$ 5.000, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand. Oleh karena itu, perbaikan struktur pajak kendaraan menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan biaya hidup dan meningkatkan daya beli konsumen di dalam negeri.

Perbandingan pajak mobil menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki beban pajak yang lebih tinggi dibandingkan dua negara tetangga. Penyesuaian pajak, khususnya PPnBM dan BBNKB, dapat membantu menurunkan harga kendaraan dan memperbaiki kondisi ekonomi konsumen. Dengan demikian, kebijakan pajak yang lebih ringan dapat mendukung pertumbuhan industri otomotif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

pajak kendaraanPPnBMBBNKBGDP per kapitaGaikindobiaya hidupmobilIndonesia vs Malaysia

Komentar

Memuat komentar...