BIJB Siap Operasional Penerbangan Haji 2026 Meski Konflik

Dani L. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
BIJB Siap Operasional Penerbangan Haji 2026 Meski Konflik

Gambar atau konten salah?

BIJB di Kertajati menegaskan kesiapan operasionalnya meski konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran bagi rute penerbangan haji 2026.

Direktur Utama PT BIJB Ronald H. Sinaga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, termasuk Airnav, operator penerbangan, dan Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah). “Memang ini menjadi pertanyaan di awal. Tim teknis kami sudah rapat dengan pihak-pihak berkompeten, mulai dari Airnav, operator, hingga Kemenhaj (Kementrian Haji dan Umrah) Kami selalu melakukan briefing,” kata Ronald, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil briefing terakhir, jadwal penerbangan haji masih berjalan sesuai rencana. Namun, perubahan tetap dimungkinkan mengingat situasi di Timur Tengah berkembang sangat cepat.

“Briefing terakhir itu menyampaikan bahwa saat ini sesuai dengan schedule. Tapi kita tidak tahu karena perubahannya sangat cepat. Kalau nanti ada alternatif rute atau pemindahan, kami ikut saja,” ujarnya.

Ronald menegaskan bahwa keputusan terkait rute penerbangan sepenuhnya berada di tangan otoritas Arab Saudi dan kementerian terkait. BIJB hanya berperan sebagai operator bandara yang memastikan kesiapan keberangkatan dan kepulangan jemaah.

“Kalau misalnya dipindahkan ke mana, ya itu adalah kebijakan yang dilakukan oleh Kemenhaj sama otoritas yang ada di Saudi. Kami siap menerbangkan dari sini dan siap menerima kepulangan. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Plt Commercial Manager PT BIJB, Erwan Susilo, menambahkan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat lintas instansi yang melibatkan operator penerbangan, Airnav, hingga unsur keamanan. Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai skenario menghadapi potensi gangguan akibat konflik di Timur Tengah.

“Fase pertama tetap menuju Madinah untuk 20 kloter, lalu fase berikutnya 20 kloter langsung ke Jeddah,” jelas Erwan.

Ia juga menyebut maskapai pengangkut, yakni Saudi Arabian Airlines (Saudia), telah menyiapkan sejumlah opsi bandara alternatif jika kondisi di Arab Saudi tidak memungkinkan.

“Kalau kondisinya tidak bagus, pihak pengangkut (Saudi Airline) sudah punya rencana alternatif bandara. Bahkan kemungkinan di luar Arab Saudi juga sudah diantisipasi,” ungkapnya.

Terkait penjadwalan, Erwan menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab maskapai. Sementara BIJB fokus memastikan kesiapan aspek keselamatan dan kelayakan penerbangan.

“Kami memastikan jemaah steril, pesawat aman, dan seluruh prosedur terpenuhi. Jadi layak untuk diberangkatkan. Itu sesuai kapasitas kami sebagai operator bandara,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, BIJB menegaskan bahwa operasi haji tetap berjalan normal, dengan persiapan matang untuk menghadapi perubahan rute atau kondisi darurat yang mungkin timbul dari dinamika konflik di kawasan tersebut.

BIJBrute penerbangan hajikonflik Timur TengahAirnavKemenhajSaudi Arabian Airlineskesiapan operasional

Komentar

Memuat komentar...