Bima Sakti Ungkap Alasan Persela Rekrut Juninho Cabral
Gambar atau konten salah?
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, buka suara soal alasan timnya merekrut penyerang asal Brasil, Juninho Cabral, untuk musim Championship 2026/2027. Dua hal utama yang jadi pertimbangan: produktivitas gol dan pengalaman Juninho di kompetisi Indonesia.
Menurut Bima, proses pemilihan pemain asing tidak dilakukan secara terburu-buru. Manajemen dan tim pelatih menganalisis banyak nama sebelum akhirnya memilih Juninho. "Dari sekian banyak yang sudah kita analisa, kita terfokus dengan Juninho," ujar Bima Sakti pada Selasa, 14 Juli 2026.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menyoroti konsistensi Juninho dalam beberapa musim terakhir. Penyerang berusia 34 tahun itu mencatatkan total 39 gol dalam tiga musim terakhir. Rinciannya: 10 gol saat membela klub Malta, S.K. Victoria Wanderers FC, 15 gol bersama PSMS Medan pada Championship 2024/2025, dan 14 gol saat memperkuat Sumsel United musim lalu.
Bukan cuma soal angka. Bima juga melihat Juninho sudah paham betul karakter kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia. "Selain kontribusinya yang baik buat klub, tentunya pengalaman dia bermain di liga 2 (Championship) bersama PSMS Medan dan Sumsel United," katanya.
Harapan Bima, pengalaman dan ketajaman Juninho bisa jadi modal penting buat Persela bersaing di Championship musim depan. Apalagi Persela masuk Grup Timur yang terkenal keras dan kompetitif. "Semoga Juninho bisa tetap memberikan yang terbaik di Persela. Apalagi ini kesempatan pertama dia bermain di wilayah timur, yang terkenal keras dan kompetitif," pungkas Bima.
Juninho Cabral menjadi rekrutan asing terakhir Persela untuk Championship 2026/2027. Ia akan bergabung dengan dua pemain Brasil lainnya, Daniel Goncalves dan Caique Souza, di lini depan Laskar Joko Tingkir. Targetnya jelas: membawa Persela kembali promosi ke Liga 1.
Juninho bukan pemain asing pertama yang direkrut Persela dengan latar belakang produktivitas tinggi di liga 2. Pola rekrutmen ini menunjukkan tim pelatih lebih mengutamakan pemain yang sudah terbukti di kompetisi lokal ketimbang pemain asing tanpa pengalaman di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggul Lapindo Kembali Retak, Anggaran Dipotong Rp58 Miliar
Cedera Bellingham Kambuh Jelang Lawan Argentina
Xabi Alonso: Spanyol 2024 Mirip Juara Dunia 2010
Xabi Alonso Tegas Pertahankan Enzo Fernandez
Deschamps: Spanyol Lebih Tertekan di Semifinal
Chivu Belum Puas, Targetkan Lebih Besar Musim Depan
Berita Terbaru
Tanggul Lapindo Kembali Retak, Anggaran Dipotong Rp58 Miliar
Air Kayu Manis: Efektifkah Turunkan Berat Badan?
Vancouver Siap Panen Dampak Piala Dunia 2026
Cedera Bellingham Kambuh Jelang Lawan Argentina
Situ Rancabungur Ciamis Surut, Warga Manfaatkan Jadi Lahan Sayur
Transaksi Koperasi Desa Capai Rp56,69 Miliar
80 Menu Premium Mewarnai Sarapan di The Trans Luxury Hotel Surabaya
