BKSDA Bogor Pasang 80 Kamera Hitung Macan Tutul Jawa Sukabumi
Gambar atau konten salah?
BKSDA Bogor tancap gas telah memulai pendataan populasi macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Sukabumi. Sebanyak 80 unit kamera trap tersebar di Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini dilakukan berkolaborasi dengan Sintas untuk memperoleh data akurat mengenai predator puncak yang masih bertahan di habitat alaminya.
Menurut Iwan Setiawan, Kepala Resort Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng, pemasangan alat pemantau sudah berlangsung selama tiga minggu. Fokus utamanya adalah melakukan sensus menyeluruh, mencakup individu jantan maupun betina.
“Tujuan pemasangan kamera trap ini untuk monitoring. Kami ingin tahu sebenarnya ada berapa ekor macan tutul di dalam kawasan. Kalau bahasa ilmiahnya, ini adalah sensus,” ujar Iwan kepada jurnalis pada Kamis (07 Mei 2026).
Ia menambahkan bahwa kamera-kamera tersebut akan dibiarkan merekam aktivitas satwa selama dua bulan ke depan sebelum akhirnya ditarik untuk proses analisis data.
Meski proses monitoring masih berjalan, Iwan mengungkapkan sempat ada ‘bocoran’ visual saat petugas melakukan pengecekan teknis pada salah satu unit yang sempat mengalami kendala. “Kemarin waktu saya cek karena ada sedikit trouble di salah satu kamera, itu sebenarnya sudah ada yang tertangkap (kamera). Tapi itu belum bisa jadi acuan karena belum waktunya penarikan data,” ungkap Iwan saat dikonfirmasi kembali mengenai hasil sementara.
Ia menegaskan bahwa pihak BKSDA tidak melakukan pengecekan rutin setiap minggu agar tidak mengganggu perilaku alami satwa. “Hasil validnya nanti setelah dua bulan. Memori akan dibuka semua, mungkin bukan cuma macan, tapi satwa lain seperti kancil, babi hutan, atau bahkan kerbau mungkin saja terekam,” tambahnya dengan nada optimis.
Pihak BKSDA berharap melalui 80 titik kamera yang representatif ini, estimasi populasi Macan Tutul Jawa di Sukabumi dapat terdata dengan lebih valid sehingga langkah konservasi ke depan bisa lebih tepat sasaran.
Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi para peneliti dan pembuat kebijakan untuk memahami distribusi dan kesejahteraan macan tutul jawa di wilayah tersebut, serta membantu merancang strategi pelestarian yang lebih efektif di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
