Blokade Dermaga Gilimanuk Guncang Arus Balik Lebaran
Gambar atau konten salah?
Denpasar, 30 Maret 2026 – Sebuah aksi blokade di dermaga LCM Gilimanuk, Bali, menimbulkan kepadatan arus balik Lebaran yang merembet hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Sekitar pukul 11.36 Wita, sejumlah sopir truk bersumbu tiga memarkir kendaraan secara melintang di area dermaga, menghalangi proses bongkar muat. Kendaraan yang baru tiba dari Ketapang terhenti dan tidak dapat keluar dari kapal.
Aksi ini dipicu oleh penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), yang dimaksudkan untuk mempercepat penguraian antrean di Pelabuhan Ketapang. Dalam skema ini, kapal yang tiba di Gilimanuk hanya boleh menurunkan muatan, lalu kembali ke Ketapang tanpa mengangkut kendaraan dari Bali.
Menurut Manager Humas ASDP lintas Ketapang‑Gilimanuk, Bintang Felfian, “Kejadiannya benar terjadi pagi tadi. Mereka melakukan protes karena penerapan TBB, sehingga kendaraan dari Gilimanuk tidak bisa dimuat.” Ia menambahkan bahwa ASDP hanya menjalankan regulasi yang ditetapkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) demi kelancaran arus balik secara keseluruhan.
Bintang menjelaskan, “ASDP mengikuti kebijakan dari BPTD. Yang bisa kami lakukan adalah mengedukasi dan menenangkan pengguna jasa.” Setelah mediasi dan penyesuaian kebijakan di lapangan, blokade berakhir. Otoritas pelabuhan akhirnya mengizinkan truk‑truk yang tertahan untuk naik ke kapal dan menyeberang ke Jawa.
“Sekarang sudah normal kembali. Tadi sudah bisa ditangani dan kendaraan akhirnya dimuat untuk menyeberang,” pungkas Bintang.
Kesimpulan: Aksi blokade di Gilimanuk disebabkan oleh ketidakpuasan sopir truk terhadap skema TBB, namun setelah mediasi, proses bongkar muat kembali berjalan normal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
