Bloody Mary: Dari Minuman Non-Alkohol ke Ikon Koktail Global Indonesia
Gambar atau konten salah?
Bloody Mary dikenal sebagai salah satu koktail paling populer di dunia. Namun, tak banyak yang tahu bahwa minuman ini pada awalnya bukan minuman beralkohol. Bahkan, ia pernah dipakai sebagai minuman penawar mabuk.
Di dunia minuman, tak jarang koktail dibuat dengan campuran alkohol dan bahan makanan lain. Bloody Mary menjadi contoh klasik: jus tomat, Tabasco, perasan lemon, dan bahan lain yang dipadukan untuk menciptakan rasa kompleks.
Sejarahnya bermula pada 01 Januari 1892 ketika resep pertama dibuat untuk menemani tiram mentah. Campuran tersebut hanya terdiri dari jus tomat, Tabasco, perasan lemon, dan tiram. Pada 1920an, minuman ini mulai populer di Amerika Serikat. Pada saat itu, masih belum ada alkohol; hanya Tabasco, lemon, dan saus Worcestershire yang disajikan.
Perubahan signifikan terjadi pada 01 Januari 1927 ketika aktor dan komedian George Jessel masuk ke sebuah bar, memesan Bloody Mary dan meminta setengah gelas vodka tambahan. Momen ini menjadi catatan pertama tentang versi beralkohol dari minuman tersebut.
Selanjutnya, pada 01 Januari 1934, bartender Fernand Petiot, yang bekerja di St. Regis Manhattan, menyempurnakan resep. Ia menambahkan alkohol secara seimbang, menciptakan versi Bloody Mary yang kini dikenal.
Nama Bloody Mary sendiri sering dikaitkan dengan Ratu Mary I dari Inggris, yang dikenal dengan julukan “Bloody Mary”. Selain menjadi koktail klasik, minuman ini juga dipercaya dapat membantu mengurangi gejala mabuk. Namun, para ahli menilai bahwa karena masih mengandung alkohol, ia tidak benar-benar menyembuhkan kondisi tersebut.
Resep modern Bloody Mary biasanya memadukan vodka, jus tomat, air lemon, saus Worcestershire (kecap Inggris), dan saus Tabasco. Selanjutnya, ditambahkan garam, merica, dan sejumput celery salt. Semua bahan diaduk bersama es batu hingga tercampur rata.
Dengan sejarah yang kaya dan evolusi dari minuman non-alkohol menjadi koktail beralkohol, Bloody Mary tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak orang. Ia menunjukkan bagaimana sebuah resep sederhana dapat berubah menjadi ikon minuman global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau, Berat 123 Kg
Pekanbaru Luncurkan Logo HUT Ke-242: Kolaborasi Aksi
Tahun Baru Islam 1448 H: 1 Muharram 16 Juni 2026 Diperingati
PIP 2026 Cair: Siswa SD, SMP, SMA Dapat Bantuan Sekarang
Investor Asing Menjual Besar Rp4,1 Triliun, IHSG 6.127,38
Timnas Indonesia Hadapi Oman di Garuda Championship 2026
Slamet Santoso Pemain Banyuwangi TKI Debut di Sokol Pyrzyce
