BMKG: El Nino 'Godzilla' Prediksi Kemarau Panjang Indonesia
Gambar atau konten salah?
Fenomena El Nino, yang dikenal sebagai pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator, kini menjadi sorotan publik karena istilah baru yang muncul: El Nino “Godzilla”. Istilah ini menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang dapat memicu perubahan iklim ekstrem di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa El Nino dengan kekuatan besar dapat mengubah pola musim dan curah hujan di tanah air. Menurut kepala bidang analisis variabilitas iklim BMKG, Indra Gustari, istilah “Godzilla” tidak termasuk kategori ilmiah resmi. Kategori El Nino yang diakui biasanya lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat.
Indra Gustari menegaskan secara ilmiah dan formal istilah El Nino “Godzilla” tidak ada dalam kategori El Nino. “Berdasarkan prediksi BMKG, ter-update bulan April ini munculnya El Nino dengan kategori sangat kuat di tahun 2026 itu relatif kecil, yaitu di bawah 20 persen. Tapi bukan berarti kita bisa bersantai, kita harus tetap waspada, karena musim kemarau kita tahun ini diprediksi akan datang lebih cepat dengan durasi yang lebih lama dibandingkan normalnya,” jelasnya.
Prediksi BMKG pada bulan April 2026 menunjukkan kemungkinan El Nino sangat kuat di tahun 2026 berada di bawah 20 persen. Meskipun demikian, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan, karena musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan pola normal.
Sejalan dengan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi potensi terjadinya “Godzilla” El Nino disertai Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada beberapa bulan mendatang. Kombinasi kedua fenomena ini dapat memperpanjang musim kemarau dan membuatnya lebih kering. “‘Godzilla’ El Nino + IOD Positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya nggak main-main. Kemarau bisa jadi lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia. Awan pun lebih banyak ‘nongkrong’ di Pasifik sedangkan kita kebagian panasnya aja,” tulis BRIN di Instagram pada 20 Maret 2023.
El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Ketika suhu naik, pola cuaca di Indonesia berubah, biasanya mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Istilah “Godzilla” dipakai untuk menekankan bahwa El Nino tersebut berada di tingkat paling kuat, setara dengan salah satu El Nino terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.
Istilah “Godzilla” pertama kali diangkat oleh ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pada tahun 2015. Ia mengamati suhu sangat tinggi di bagian timur Samudra Pasifik, yang memicu serangkaian bencana alam di berbagai wilayah. “Ini jelas berpotensi menjadi ‘Godzilla El Nino,’” ujar Patzert pada saat itu.
Menurut laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), panas yang tersimpan di dalam tubuh manusia ditentukan oleh gabungan ketidakmampuan menghilangkan panas internal yang dihasilkan metabolisme akibat tekanan panas lingkungan. Misalnya suhu tinggi, kelembapan tinggi, angin lemah, hingga radiasi termal tinggi. Pakaian yang menahan panas dan penambahan panas eksternal dari lingkungan juga memperburuk kondisi ini.
Ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu internal dan menghilangkan penambahan panas dalam kondisi seperti itu meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan serangan panas. Beban yang ditanggung tubuh saat mencoba mendinginkan diri juga memberikan tekanan pada jantung dan ginjal. Akibatnya, panas ekstrem dapat memperburuk risiko kesehatan dari kondisi kronis, seperti kardiovaskular, mental, pernapasan, diabetes, dan memicu cedera ginjal akut.
Kematian dan rawat inap yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem terjadi dengan cepat (hari yang sama dan hari‑hari berikutnya), yang berarti intervensi juga perlu dilakukan dengan cepat ketika peringatan panas dikeluarkan. Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi El Nino “Godzilla” dan dampak kesehatan yang dapat ditimbulkannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Berita Terbaru
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
