BNI Luncurkan Program Edukasi Keamanan Digital PERIKSA

Ani R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
BNI Luncurkan Program Edukasi Keamanan Digital PERIKSA

Gambar atau konten salah?

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, baru saja memperkenalkan program edukasi keamanan transaksi digital bagi nasabah korporasi yang berjudul PERIKSA. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber, khususnya phishing, yang semakin marak seiring bertambahnya aktivitas transaksi online.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah, khususnya pengguna layanan BNIdirect. “Phishing merupakan upaya pencurian data sensitif seperti user ID, password, maupun PIN melalui pesan atau tautan palsu yang menyerupai komunikasi resmi. Data yang diperoleh pelaku kemudian digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan nasabah,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu, 08 April 2026.

Melalui panduan PERIKSA, BNI tidak hanya menyajikan sistem keamanan yang kuat, tetapi juga mendorong peningkatan literasi digital nasabah agar lebih waspada dalam bertransaksi. Okki menambahkan, “BNI tidak hanya menghadirkan sistem yang aman, tetapi juga mendorong peningkatan literasi digital nasabah agar lebih waspada dalam bertransaksi.”

Berikut langkah-langkah preventif yang disarankan dalam panduan tersebut:

  • Gunakan email resmi untuk menghindari potensi phishing atau malware.
  • Eksplorasi password yang unik dan kuat dengan kombinasi karakter kompleks serta pembaruan secara berkala.
  • Rahasiakan informasi akun seperti Company ID, user ID, maupun password.
  • Gunakan perangkat pribadi dan hindari jaringan Wi‑Fi publik yang berisiko.
  • Kunjungi alamat resmi BNIdirect guna menghindari situs palsu yang meniru tampilan layanan perbankan.
  • Jika membutuhkan bantuan, hubungi Service Action Team (SAT) melalui kanal resmi yang telah disediakan.
  • Amati detail transaksi sebelum melakukan otorisasi guna memastikan tidak terjadi kesalahan maupun potensi penyalahgunaan.

Okki menegaskan, “Keamanan transaksi digital tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kesadaran pengguna dalam menjaga data dan aktivitas finansialnya.” Ia juga menegaskan bahwa BNI akan terus memperkuat sistem keamanan serta melakukan edukasi berkelanjutan guna menghadapi perkembangan modus kejahatan siber yang semakin kompleks.

“BNI mendorong seluruh nasabah untuk berperan aktif menjaga keamanan transaksi. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pemanfaatan kanal resmi, ekosistem perbankan digital yang aman dan terpercaya dapat terwujud,” tambah Okki. Penutupnya, ia menekankan bahwa langkah edukatif seperti PERIKSA menjadi bagian penting dalam membangun budaya transaksi digital yang aman, di mana kolaborasi antara bank dan nasabah menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan serta keberlangsungan ekosistem keuangan digital.

Dengan menggabungkan sistem keamanan canggih dan kesadaran nasabah, BNI berharap dapat menurunkan risiko serangan siber dan memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap layanan perbankan digitalnya.

BNIkeamanan siberphishingBNIdirectliterasi digitaledukasi transaksi digitalnasabah korporasi

Komentar

Memuat komentar...