BNN Apresiasi Polda Bangka Belitung atas Penangkapan Narkoba

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
BNN Apresiasi Polda Bangka Belitung atas Penangkapan Narkoba

Gambar atau konten salah?

Komjen Suyudi Ario Seto, kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada Polda Bangka Belitung atas keberhasilan mereka dalam membongkar kasus peredaran narkotika. Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat berkunjung ke wilayah Babel pada 23 Mei 2026, setelah menghadiri pengukuhan Saka Anti Narkoba se‑Indonesia di Kantor Gubernur Babel.

“Saya ucapkan terima kasih atas upaya‑upaya yang dibangun oleh Polda Bangka Belitung, beberapa waktu lalu bisa mengamankan narkoba jenis ketamin dan juga narkoba yang lain,” jelas Suyudi setelah pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, “Tentunya, saya harapkan bisa terus dilakukan, karena kita dalam hal menangani narkotika tidak hanya pemberantasan saja, tapi bagaimana kita pencegahan termasuk merehabilitasi saudara‑saudara kita yang sudah kadung nyemplung kita harus rawat, kita harus gandeng, kita harus sehatkan dan kembalikan mereka.”

Menjelaskan situasi di wilayah tersebut, Suyudi menyebut Bangka Belitung sebagai provinsi yang sangat kaya dan strategis. “Bangka Belitung adalah provinsi yang sangat kaya, sangat strategis, wilayahnya kepulauan tapi juga tentunya memiliki potensi karena luasnya wilayah kepulauan adanya pintu‑pintu jalur tikus yang mungkin ini perlu menjadi konsen masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya dukungan masyarakat, “Kita tidak bisa sendiri, BNN juga harus didukung oleh masyarakat. Barang kali ada informasi‑informas terkait ada masuknya narkotika, ada peredaran, ada pembuatan. Karena sekarang negara kita bukan hanya tempat transit, tetapi sudah menjadi tempat pembuatan.”

Suyudi menyoroti beberapa kasus yang berhasil diungkap oleh BNN RI. Ia menegaskan, “Kita pun BNN RI beberapa kali mengungkap kasus laboratorium clandestine yang ada di beberapa wilayah di apartemen‑apartemen yang isinya etomidate‑etomidate, obat‑obat bius yang disusupkan ke rokok‑rokok elektrik ini yang banyak kita ungkap sehingga makanya kita lebih tegas untuk menindak para pelaku‑pelaku ini.”

Dalam satu bulan terakhir, Polda Babel berhasil menyita narkotika seberat kurang lebih 50 kilogram. Terakhir, diungkap bandar sabu berinisial RM alias Obi (37) di Kota Pangkalpinang, yang berhasil disita 2 kilogram sabu. Untuk ganja, beratnya sekitar 6 kilogram dan ribuan butir ekstasi. Kasus tersebut menimbulkan 206 tersangka.

Kolaborasi antara BNN dan Polda Bangka Belitung menandai langkah konkret dalam upaya pemberantasan narkotika. Meskipun pencapaian ini signifikan, tantangan masih ada, terutama dalam pencegahan dan rehabilitasi. Kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat tetap menjadi kunci untuk menekan aliran narkotika di wilayah strategis ini.

BNNPolda Bangka Belitungnarkotikaketaminlaboratorium clandestinerehabilitasiprovinsi Bangka Belitungkolaborasi lintas lembaga

Komentar

Memuat komentar...