Bobby Nasution Tegas ke Kontraktor: Jangan Kurangi Spek Bangunan SMK

Rini S. · 4 min baca · 6 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Bobby Nasution Tegas ke Kontraktor: Jangan Kurangi Spek Bangunan SMK

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan SMK Negeri 1 Gido yang tengah direlokasi di Kabupaten Nias. Dalam kunjungannya, ia memberikan instruksi tegas kepada para pekerja agar tidak bermain-main dengan material bangunan atau mengurangi spesifikasi yang telah ditentukan.

"Kami dari pemerintah provinsi tidak ada pengadaan lahan. Lahannya kemarin kami minta tolong sama Pak Bupati, kita kerja sama. Alhamdulillah, Pak Bupati mencari lahan dan Pak Faonasekhi Lawolo memberikan hibah sebesar dua hektare untuk dibangun SMK," ujar Bobby Nasution usai meninjau lokasi pada Rabu, 15 Juli 2026.

Lokasi baru SMK Negeri 1 Gido ini ternyata cukup dekat dengan permukiman penduduk. Posisinya juga lebih dekat jika dibandingkan dengan simpang jalan besar yang menghubungkan Gunungsitoli dengan Nias Selatan.

Bobby menjelaskan bahwa pembangunan sekolah ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan rampung pada bulan November tahun ini. Sedangkan tahap kedua akan dikerjakan pada tahun depan.

"Ini sudah kita mulai pembangunan, target bulan November bisa selesai dan bisa digunakan untuk tahap pertama. Tahap keduanya akan ada tahun depan, penambahan ruang kelas lagi," jelasnya.

Politikus dari Partai Gerindra ini meminta agar pemenang tender tidak mengurangi spesifikasi atau bermain dengan material. Sebab, hal tersebut bisa membahayakan para siswa di kemudian hari.

"Harapannya, karena ini masih masa pembangunan, dibangun yang baik dan betul, dibangun dengan hati-hati. Jangan mengurangi-ngurangi spek. Karena ini area pertanian, walaupun status lahannya bisa digunakan jadi sekolah, arealnya sangat ringkih. Jadi kalau bermain material, ini sangat berbahaya," ucapnya.

Saat ini, akses jalan dari simpang menuju lokasi sekolah masih berupa tanah dan belum diaspal. Bahkan, jembatan yang ada masih terbuat dari pohon kelapa. Bobby mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membantu perbaikan jalan milik Pemerintah Kabupaten Nias sebesar Rp5 miliar.

"Jalannya kami bantu melalui BKP Rp5 miliar sampai masuk ke gerbang sekolahnya. Uangnya sudah kami kasih ke Pak Bupati. Kalau nggak dilaksanakan, Pak Bupati yang salah," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, menyebutkan bahwa anggaran untuk pembangunan tahun ini mencapai Rp4,4 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk pajak.

"Nilai kontrak tahap pertama ini sebesar Rp4.451.212.853,13 termasuk pajak," sebut Alexander Sinulingga.

Ada sejumlah bangunan yang akan dikerjakan pada tahun ini. Beberapa di antaranya adalah dua ruang kelas belajar, toilet, gedung administrasi, dan ruang praktik siswa.

"Ada sejumlah pekerjaan fisik yang dilaksanakan. Ada ruang belajar, ruang guru, ruang praktik siswa. Ini kan sekolah dengan jurusan perikanan, jadi dibuat juga kolam tanah," tuturnya.

Sebelumnya, kondisi SMK Negeri 1 Gido memang memprihatinkan. Para siswa dan guru mengeluhkan kondisi ruang belajar mengajar mereka. Ruangan tersebut berasal dari bangunan papan. Jika hujan turun, mereka tidak bisa belajar.

Bangunan sekolah itu terletak di Desa Somi, Kecamatan Gido. Lokasinya tidak jauh dari pinggir laut. Sekolah ini hanya memiliki satu baris bangunan yang memanjang.

Di dalamnya terdapat tiga ruangan kelas, satu ruangan guru, dan satu ruangan kepala sekolah. Bangunan ini terbuat dari papan untuk sisi dindingnya, dan atapnya menggunakan seng tanpa plafon.

Salah seorang guru bernama Mardalena Lase mengatakan bahwa bangunan sekolah ini merupakan hasil swadaya masyarakat. Kemudian, bangunan tersebut dijadikan SMK Negeri pada tahun 2023.

"Bangunan ini semuanya swadaya masyarakat," kata Mardalena Lase di lokasi.

Mardalena menjelaskan bahwa saat ini terdapat 22 guru di SMK Negeri 1 Gido. Selain itu, ada satu tenaga tata usaha dan dua orang satpam. Dari 22 guru tersebut, hanya satu orang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), yaitu kepala sekolah. Sisanya masih berstatus honorer.

Saat ini, SMK Negeri 1 Gido hanya memiliki satu jurusan, yaitu perikanan. Jumlah kelas untuk tingkat 1 terdiri dari tiga rombongan belajar, kelas 2 terdiri dari dua rombongan belajar, dan kelas 3 terdiri dari satu rombongan belajar.

Menurut Mardalena, bangunan sekolah ini sebenarnya kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar. Ia pun berharap agar dibangunkan ruangan yang lebih layak.

"Seandainya kami dibangunkan bangunan baru, sekolah yang layak," ujarnya.

Bobby Nasution meninjau kondisi sekolah itu dalam rangkaian kunjungannya ke Nias. Ia melihat bahwa para siswa di SMK Negeri 1 Gido sangat antusias belajar, namun fasilitas yang tersedia sangat memprihatinkan.

"Melihat SMK Negeri 1 Gido yang secara antusias muridnya sangat baik dan tiap tahun penambahan siswanya juga sangat luar biasa, namun fasilitasnya masih sangat memprihatinkan," kata Bobby Nasution usai meninjau.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disebut akan mengembangkan SMK ini secara keseluruhan. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu didiskusikan, termasuk soal lokasi.

"Jadi kita ingin membangun secara utuh SMK ini sehingga bisa menjadi kebanggaan nanti di Kabupaten Nias. Kalau penganggaran bisa kita lakukan tahun ini, tapi ada tadi ada sedikit yang perlu kita diskusikan antara Pemprov dan Pemkab dan perlu kita sepakati dulu pembangunannya, lokasinya," ujarnya.

Bupati Nias, Yaatulo Gulo, mengungkapkan bahwa masalah lahan terkait dengan keberadaan sekolah yang berada di lahan sawah dilindungi (LSD). Status tersebut sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya.

"Lokasi koordinatnya masuk LSD, lahan sawah dilindungi secara tata ruang yang sudah ditetapkan jauh-jauh sebelumnya," ungkap Yaatulo Gulo.

Lebih lanjut, Bobby menuturkan bahwa ada kemungkinan lokasi sekolah akan dipindahkan jika ingin dibangun. Sudah ada opsi lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan sekolah, namun harus dilihat terlebih dahulu.

"Namun tadi ada solusi, opsi pindah tidak jauh-jauh, tetap di kawasan desa dan lebih dekat juga, katanya, mudah-mudahan ke siswa-siswinya. Makanya saya pengen lihat dulu," tutupnya.

Kondisi SMK Negeri 1 Gido sebelumnya sangat memprihatinkan dengan bangunan papan yang tidak layak. Relokasi dan pembangunan gedung baru ini merupakan upaya untuk memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa yang antusias belajar, meskipun masih ada tantangan terkait status lahan yang perlu diselesaikan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

SMK Negeri 1 GidoBobby Nasutionpembangunan sekolahrelokasiNiasSumatera Utarafasilitas pendidikan

Komentar

Memuat komentar...