Borneo FC Kalahkan Madura 3-1, Rakhmad Tertekan di Stadion
Gambar atau konten salah?
Pamekasan, 5 April 2026 – Rakhmad Basuki mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya kalah 1-3 oleh Borneo FC di Stadion Ratu Pamelingan. Ia menilai bahwa finishing yang buruk berasal dari latihan yang tidak serius, yang kemudian memengaruhi performa di lapangan.
Borneo FC bukan lawan mudah. Sebagai tim yang bersaing di tangga juara, mereka datang ke Madura dengan tujuan merampas poin penuh. Pencapaian tersebut terlihat lewat gol Koldo Obieta dan Mariano Peralta, yang menutup rekor kemenangan mereka.
Defeat ini memberi pukulan telak bagi Madura. Meski telah menyiapkan persiapan maksimal, tim tetap tidak cukup tangguh melawan Pesut Etam. Rakhmad menyatakan bahwa pertandingan ini sangat berat karena mereka menghadapi tim yang berpotensi menjadi juara.
“Secara keseluruhan ini pertandingan yang berat bagi kami karena kami harus menghadapi tim yang berpeluang untuk menjadi juara. Meskipun persiapan yang kita lakukan sudah sangat maksimal, tapi ternyata hasilnya memang kita harus kalah hari ini,” tutur Rakhmad Basuki usai laga.
Finishing menjadi sorotan utama Rakhmad. Ia menyesalkan kualitas penyelesaian akhir pemainnya meskipun unggul secara kuantitas dari tim lawan. “Yang paling kelihatan tentunya masalah finishing ya. Bisa kita lihat, statistik kita dalam melakukan shot on target jauh lebih banyak dari Borneo, permasalahannya adalah di kualitas finishing kita,” ujarnya menambahkan.
Rakhmad menyatakan bahwa buruknya finishing timnya pada laga ini disebabkan tidak maksimalnya para pemain saat latihan penyelesaian akhir. Ia menganggap para pemain kurang serius pada sesi tersebut. “Mungkin itu yang harus kita latih lagi supaya saat latihan finishing mereka bisa serius. Karena memang ketika latihan finishing kurang serius. Mereka menganggap bahwa latihan ini di pertandingan pasti bisa tanpa perlu latihan yang serius,” ungkapnya.
Kini, fokus Rakhmad sepenuhnya tertuju pada 8 laga sisa. Program latihan maksimal akan ia susun untuk membenahi kekurangan tim. “Kami coba programkan latihan yang benar-benar serius, terutama di masalah kerja sama tim. Itu yang pertama saya benahi. Yang kedua motivasi mereka, bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Di sepak bola semua bisa terjadi. Kita masih punya 8 pertandingan dan mempunyai peluang besar untuk lolos degradasi,” pungkasnya.
Dengan 8 pertandingan tersisa, Madura berusaha memperbaiki finishing dan kerja sama tim agar dapat menghindari degradasi. Rakhmad menegaskan bahwa latihan serius dan motivasi tinggi akan menjadi kunci untuk mengubah hasil di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Florentino Perez Kampanye Presiden Real Madrid dengan Mourinho
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
