Borobudur Rayakan 1.202 Tahun Peringatan Hari Jadi

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Borobudur Rayakan 1.202 Tahun Peringatan Hari Jadi

Gambar atau konten salah?

Candi Borobudur berusia 1.202 tahun pada 26 Mei 2026. Umur ini diambil dari Prasasti Kayumwungan. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Candi Borobudur dikukuhkan pada 26 Mei 824. Sejak saat itu, tanggal tersebut menjadi Hari Jadi Candi Borobudur.

“Jadi prasasti ini menjelaskan maksud, tujuan, alasan, mengapa candi ini dibangun, lalu kapan, siapa yang membangun dan siapa yang mengukuhkan. Nah tanggal 26 Mei itu adalah tanggal konversi dari tanggal yang tercantum di prasasti Kayumwungan. Itulah tanggal ketika Candi Borobudur dikukuhkan,” kata Hudaya Kandahjaya, peneliti Borobudur dan Agama Buddha Indonesia, saat ditemui di candi pada 26 Mei 2026.

Hudaya menambahkan, “Dua tahun lalu, kita memperingati 1.200 tahun Candi Borobudur dikukuhkan. Jadi, setiap tanggal 26 Mei, kita berupaya untuk mengulang memperingati kembali Hari Pengukuhan Candi Borobudur.” Ia juga menegaskan, “Iya mestinya sudah selesai dibangun baru dikukuhkan. Kalau belum selesai, saya rasa nggak mungkin (dikukuhkan).”

Pada hari itu, puluhan umat Buddha melaksanakan Dharmayatra Adi Buddha Puja di puncak candi. Sekitar 61 umat Buddha datang dari Bogor, Jakarta, Medan, Jogja, Magelang, Sulawesi, dan Bali. Mereka mengenakan baju putih, melaksanakan ibadah, dan melakukan pradaksina tiga kali searah jarum jam. Ibadah dimulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB.

“Dharmayatra Adi Buddha Puja, itu kami selenggarakan setiap tahun. Tadi diselenggarakan dari Pusdiklat Catra Jinadhammo dan vihara kami. Ini merupakan kegiatan rutin lanjutan mulai dilakukan pada tahun 2023,” kata Bhante YM Nyanasila Thera, Kepala Vihara Tantular Sugata Wilwatika, Buddhayana Center Mojokerto, saat dihubungi. Ia menjelaskan, “Lokakarya dimulai dari, Minggu (3 Mei) di Bogor, kemudian di Kementerian Agama, Medan, Bali, UGM hingga Wonogiri. Selain itu, lokakarya juga berlangsung di Pusdiklat Catra Jinadhammo termasuk datang ke Candi Mendut dan Pawon.”

“Tadi pagi tepat di hari, di mana dalam penghitungan Masehi yaitu 26 Mei adalah Hari Jadi Borobudur. Kami melakukan ibadah berdasarkan teks‑teks temuan yang ada di Borobudur yaitu teks Adi Buddha Puja Gatha dan Puja Tri Ratna serta Panca Tathagatha,” ujar Bhante Nyanasila. Ia menekankan, “Itu kami daras kembali sebagai satu tradisi. Yang mulai lagi untuk mendaras kembali teks‑teks ini sudah lama tidak didaras dan tidak ada yang mendaraskan di Borobudur.”

Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Supriyadi menyatakan, “Kami mengajak umat untuk bersama‑sama belajar dari Candi Borobudur.” Ia menegaskan, “Kami mengajak umat Buddha untuk meneladani Candi Borobudur.”

Peringatan ini menyoroti peran penting candi bagi umat Buddha di Indonesia. Setiap tahun, para pengikut berusaha mempertahankan tradisi ini, memperkuat hubungan spiritual dengan situs bersejarah tersebut. Dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah dan mengadakan lokakarya, kegiatan ini menjadi ajang penguatan identitas dan pemahaman nilai-nilai Buddha bagi generasi baru.

Candi BorobudurPrasasti KayumwunganHari JadiDharmayatra Adi Buddha PujaVihara Tantular SugataBuddhayana CenterKemenag

Komentar

Memuat komentar...