BPBD Pamekasan Peringatkan Petani: Jangan Pembakar Jerami.

Dani L. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
BPBD Pamekasan Peringatkan Petani: Jangan Pembakar Jerami.

Gambar atau konten salah?

Pamekasan menandai masuknya musim panen padi dengan aktivitas petani yang meningkat di seluruh wilayah Madura. Meski hasil gabah melimpah, kebiasaan membakar jerami setelah proses perontokan masih sering dilakukan.

Praktik ini menimbulkan polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. BPBD Pamekasan mengingatkan petani untuk tidak lagi membakar jerami dan memanfaatkannya secara lebih bijak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Dofir, menyampaikan, “pembakaran jerami dalam jumlah besar dapat menghasilkan asap pekat yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.”

Ia menambahkan, “Karenanya kami mengimbau agar petani dapat memanfaatkan jerami secara maksimal seperti yang dianjurkan Dinas Pertanian, bukan dibakar seperti tahun sebelumnya yang menyebabkan asap menyebar hingga ke wilayah perkotaan. Hal ini juga berpotensi mengganggu pengguna jalan,” ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Selain menimbulkan polusi, pembakaran jerami di pinggir jalan berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat terganggunya jarak pandang pengendara.

BPBD juga menekankan bahwa jerami masih memiliki nilai manfaat, salah satunya sebagai pakan ternak setelah melalui proses fermentasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, jerami tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

Situasi ini menyoroti pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan di daerah pedesaan, sekaligus menegaskan peran lembaga lokal dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

pembakaran jeramipolusi udaraBPBD Pamekasanfermentasi jeramipakan ternakpadikesehatan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...