BPOM Cek Kualitas MBG di 5 SPPG Jakarta, Taruna Ikrar

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
BPOM Cek Kualitas MBG di 5 SPPG Jakarta, Taruna Ikrar

Gambar atau konten salah?

Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI, turun langsung pada 30 April 2026 untuk melakukan sidak mendadak di lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DKI Jakarta. Langkah ini diambil meski anggaran pengawasan makan bergizi gratis (MBG) sangat minim.

Sidak berlangsung menyeluruh, mulai dari persiapan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat. Salah satu lokasi yang disidak adalah SPPG Tebet Manggarai Selatan, yang melayani 2.858 orang dan dikelola oleh Yayasan Bina Siwi Oku Timur.

BPOM ingin memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan memenuhi standar keamanan, higiene, dan sanitasi agar makanan yang diterima masyarakat aman, bermutu, serta bergizi,” kata Taruna di Jakarta.

Sidak tidak hanya di satu titik. Secara paralel, pengawasan juga dilakukan di wilayah lain Jakarta. Di Palmerah, Jakarta Barat, SPPG melayani sekitar 4.100 penerima manfaat. Di Jatinegara Kampung Melayu tercatat 2.905 penerima, di Johar Baru Tanah Tinggi 2.260, dan di Sunter Jaya 3.376. Taruna menegaskan pengawasan BPOM untuk memitigasi risiko Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP), terutama dalam program berskala besar seperti MBG.

Meski anggaran terbatas, pendekatan pengawasan dilakukan secara adaptif dan berbasis risiko. “Monitoring yang baik serta tindak lanjut cepat akan menentukan keberhasilan program ini. Risiko insiden keamanan pangan harus dicegah sejak awal,” ujarnya.

Hasil sidak di lima lokasi menunjukkan operasional SPPG secara umum sudah berjalan sesuai ketentuan. Namun, BPOM masih menemukan sejumlah catatan perbaikan, termasuk konsistensi higiene personal petugas, sanitasi peralatan dan area produksi, sistem pencatatan serta pelabelan bahan baku, hingga pengendalian suhu penyimpanan pangan. Temuan tersebut langsung disampaikan ke pengelola untuk segera ditindaklanjuti.

BPOM juga akan melaporkan hasil monitoring secara komprehensif kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi. “Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program MBG ini berjalan semakin baik. Ini bagian dari perbaikan berkelanjutan,” ujar Taruna.

BPOM, lanjut Taruna, akan terus melakukan pendampingan intensif di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program MBG tak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga jaminan keamanan dan kualitas pangan. “Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Dengan pengawasan kuat, kita pastikan program ini memberi manfaat tanpa risiko kesehatan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, sidak ini menegaskan komitmen BPOM untuk menjaga standar keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan penerima manfaat dapat menikmati makanan bergizi tanpa khawatir akan risiko kesehatan.

Taruna IkrarBPOMMBGSPPGpengawasan pangansanitasikeamanan pangan

Komentar

Memuat komentar...