BPS: Migrasi Netto Negatif 0,53, 53 Orang/100k Pindah Keluar

Arif S. · 1 min baca · 29 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
BPS: Migrasi Netto Negatif 0,53, 53 Orang/100k Pindah Keluar

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap data migrasi internasional Indonesia pada tahun 2025. Data ini muncul di tengah kebalikan fenomena #KaburAjaDulu yang ramai dibicarakan di media sosial.

Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan angka migrasi neto internasional minus 0,53. Ini berarti setiap tahun rata‑rata 53 orang per 100 ribu penduduk meninggalkan Indonesia.

Berdasarkan hasil SUPAS 2025, angka migrasi neto internasional tercatat minus 0,53 yang berarti pads periode LF SP 2020 dan SUPAS 2025 terdapat pengurangan penduduk akibat migrasi internasional rata-rata 53 orang per 100 ribu penduduk setiap tahunnya,” kata Amalia Adininggar Widyasanti, kepala BPS, dalam konferensi pers di kantor pusatnya di Jakarta Pusat, 5 Mei 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan hasil LF SP 2020 minus 0,11 dan SUPAS 2015 minus 0,50. Perbandingan ini menandakan tren penurunan penduduk secara konsisten selama beberapa periode.

Perhitungan lebih rinci menunjukkan migrasi masuk ke Indonesia tercatat 61 orang per 100 ribu penduduk tiap tahun, sementara migrasi keluar mencapai 114 orang per 100 ribu penduduk per tahun. Selisihnya menimbulkan neto negatif sebesar 53 orang per 100 ribu penduduk.

Dengan populasi Indonesia pada SUPAS 2025 sebesar 284,67 juta orang, arus keluar internasional setara 150.875 orang per tahun.

SUPAS 2025 mencatat arus migrasi internasional ke dan dari Indonesia selama periode 2022 sampai 2025,” tambah Amalia, menegaskan periode pengumpulan data.

Data ini memberi gambaran bahwa lebih banyak warga Indonesia yang memilih pindah ke luar negeri dibandingkan yang kembali, mencerminkan dinamika migrasi yang terus berubah di era globalisasi.

BPSmigrasi internasionalSUPAS 2025neto negatif53 orang per 100 ribukaburaja

Komentar

Memuat komentar...