Brebes 202 Suspek Campak, 4 Positif di Desa Bentar
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Brebes mencatat 202 warga terindikasi atau suspek penyakit campak. Dari jumlah tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan empat warga Brebes dinyatakan positif.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Heru Padmonobo, mengatakan ada kenaikan kasus suspek campak di Brebes dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan, “Tercatat ada 197 orang terindikasi kasus campak. Namun, hari ini jumlahnya bertambah 5 orang sehingga menjadi 202 orang suspek campak.”
Warga yang dicurigai mengalami gejala panas, ruam‑ruam merah, batuk pilek, nyeri tulang, dan nyeri badan. Heru menambahkan, “Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus suspek campak.”
Setelah dikonfirmasi, sampel darah diambil dari pasien suspek dan dikirim ke Balai Besar Labkesmas Yogyakarta. Heru menjelaskan, “Baru 5 sampel darah yang sudah diperiksa dan hasilnya 4 dinyatakan reaktif atau positif terkena campak.”
Dari 4 yang positif, semua berasal dari Kecamatan Salem, yakni dari Desa Bentar dan Salem. Heru mengakui belum semua sampel diperiksa laboratorium. Ia menyebutkan keterbatasan reagensia sebagai alasan utama: “Baru 5 sampel yang diperiksa. Lainnya belum karena keterbatasan reagensia dan masih menunggu kiriman dari pusat. Hasil dari 5 sampel itu, 4 di antaranya positif atau 80%.”
Menurut Heru, peningkatan jumlah penderita suspek campak tidak hanya terjadi di Brebes. Ia menegaskan bahwa kenaikan angka suspek campak terjadi hampir di seluruh Indonesia.
Untuk menanggulangi penyebaran, pihak Dinkes mempersiapkan langkah antisipasi, khususnya bagi tenaga kesehatan. Heru menyatakan, “Kami sudah menginstruksikan para direktur dan kepala puskesmas untuk melindungi tenaga kesehatan, status kesehatan tenaga kesehatan dengan SOP agar dalam penanganan juga terlindungi.”
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan cepat dan pengujian laboratorium dalam mengendalikan potensi wabah campak di wilayah Brebes. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko penyebaran dapat dikurangi, melindungi masyarakat dan tenaga kesehatan yang berada di garis depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Temuan Arca dan Logam Kuning di Candi Losari, Magelang
Ossy Dermawan: Solusi Lahan Sawah di Jawa Tengah 2026
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Berita Terbaru
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
