BRT Mebidang Medan Mulai Operasi Juni 2027, 273 Bus
Gambar atau konten salah?
Medan akan terhubung dengan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang mencakup Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Proyek ini akan memulai operasional pada Juni 2027 dan didukung oleh dana pemerintah pusat. Sistem ini akan menyediakan 273 unit bus.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menekankan bahwa BRT Mebidang tidak sekadar infrastruktur. "BRT Mebidang bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur melainkan untuk mengubah pola transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum yang nyaman dan modern." Dia menambahkan bahwa perubahan pola ini penting untuk mengurangi kemacetan.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengetahui kapan proyek selesai. "Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai. Kepastian waktu sangat penting agar warga paham apa yang sedang diupayakan pemerintah pusat maupun Pemkot Medan untuk mengurai kemacetan," kata Rico Waas di Balai Kota, Rabu (29 April 2026).
Direktur Angkutan Jalan, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa BRT merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional yang dijalankan di Medan dan Bandung. "Dengan dukungan pembiayaan dari Bank Dunia dan target penyelesaian pada Juni 2027," ujar Muiz.
Saat ini, proyek telah memasuki tahap pelaksanaan dengan lima paket pekerjaan yang sudah berjalan di lapangan. Rencana jalur dirancang terintegrasi, menghubungkan sejumlah titik strategis kota hingga kawasan penyangga seperti Binjai dan Deli Serdang.
Sistem ini akan dilengkapi jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, dukungan armada hingga 273 unit bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit. "Sistem ini akan dilengkapi jalur khusus di sebagian besar koridor, halte di berbagai titik, dukungan armada hingga 273 unit bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit," tambah Muiz.
Selain pembangunan depo, proyek ini juga mencakup integrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) untuk memastikan jangkauan layanan hingga ke kawasan pemukiman penduduk. "Selain pembangunan depo, proyek ini juga mencakup integrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) untuk memastikan jangkauan layanan hingga ke kawasan pemukiman penduduk," pungkasnya.
Proyek BRT Mebidang diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas warga dengan menyediakan layanan bus cepat yang terintegrasi, sering, dan didukung teknologi seperti Intelligent Transport System (ITS) dan ATCS.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
