BSI Tingkatkan Pembiayaan Q1 2026, Dukungan MBG dan KUR
Gambar atau konten salah?
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan singkatan BSI, mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada kuartal pertama tahun 2026. Salah satu fokusnya adalah mendukung program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Manajemen Risiko BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, menegaskan bahwa pembiayaan ke program MBG merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu perekonomian nasional. “BSI mendukung program makan bergizi gratis melalui pembiayaan kepada SPPG sampai dengan saat ini kita telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 198 miliar dan mendukung operasional kurang lebih sekitar 211 dapur MBG,” ujarnya dalam konferensi pers virtual pada 12 Mei 2026.
Selain itu, BSI memfasilitasi penggunaan virtual account dan cash management system (CMS) untuk mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan cara ini, bank berhasil menjangkau lebih dari 1.600 titik dapur MBG pada kuartal pertama 2026. “Kami sampaikan bahwa kami telah dapat menjangkau lebih dari 1.600 titik dapur yang mayoritas berada di tiga provinsi utama yaitu Aceh, Nusantara Barat, dan juga Sumatera Barat,” jelas Grandhis.
Di sektor koperasi dan usaha produktif, BSI menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 2,61 triliun hingga kuartal pertama 2026. Kredit tersebut dibagikan kepada 17.700 nasabah KUR, memperluas akses modal bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Program 3 Juta Rumah juga mendapat dukungan BSI melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Hingga kuartal pertama 2026, bank menyalurkan FLPP sebesar Rp 145,7 miliar kepada sekitar 894 nasabah. “Secara berkelanjutan dapat kami sampaikan juga bahwa outstanding FLPP terus meningkat di BSI dari Rp 5,4 triliun pada tahun 2024. Hari ini kami duduk di outstanding sebesar Rp 5,72 triliun di bulan Maret 2026,” tambahnya.
BSI juga turut menyalurkan pembiayaan untuk kredit program perumahan (KPP), baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Pada kuartal pertama 2026, bank menyalurkan Rp 4,7 miliar kepada developer dan Rp 360 miliar untuk UMKM, melayani 1.131 nasabah.
“Kami yakin melalui berbagai macam program tersebut, BSI berupaya terus memperkuat kontribusi kami terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan yang utamanya harus bersifat inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Grandhis.
Dengan berbagai inisiatif ini, BSI menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program pemerintah dan memperluas jangkauan pembiayaan, baik untuk sektor sosial maupun ekonomi. Data menunjukkan bahwa bank telah menyalurkan dana signifikan, sekaligus meningkatkan jumlah nasabah dan titik layanan yang terhubung ke program-program penting. Hal ini menegaskan posisi BSI sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada inklusivitas dan pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
