BSSN dan Asbanda Fokus Tingkatkan Keamanan Siber BPD
Gambar atau konten salah?
Jakarta, tantangan baru muncul di tengah transformasi digital perbankan: ancaman siber semakin meningkat.
Untuk menanggapi hal ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Tujuannya memperkuat keamanan digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan bahwa perkembangan teknologi perbankan kini beriringan dengan peningkatan serangan digital. Ia menegaskan, “Keamanan siber saat ini bukan lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi pilar penting dalam mitigasi risiko bisnis,” dalam keterangan tertulis, Sabtu (16 Mei 2026).
Menurut Nugroho, ancaman siber tidak lagi dianggap sekadar gangguan teknis. Kini, serangan digital menjadi risiko serius bagi industri keuangan nasional.
Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo menambahkan bahwa industri perbankan tidak hanya tentang layanan keuangan, tetapi juga kecepatan teknologi dan kepercayaan digital masyarakat. Ia berkata, “Serangan siber bukan hanya berdampak pada sistem teknologi informasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik, stabilitas operasional, reputasi institusi, bahkan stabilitas ekonomi daerah dan nasional.”
Agus menegaskan bahwa keamanan siber harus dipandang sebagai isu strategis nasional. BPD memiliki peran vital dalam menopang ekonomi lokal, mendukung UMKM, dan menjadi mitra utama pemerintah daerah. Menjaga keamanan BPD setara menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Melalui kerja sama ini, BSSN dan Asbanda akan memperkuat kapasitas keamanan siber di seluruh BPD. Rencana meliputi pengembangan sistem peringatan dini, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko teknologi informasi.
“Menjaga keamanan siber pada akhirnya bukan hanya menjaga sistem teknologi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat dan masa depan industri keuangan Indonesia,” tutup Agus.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan semua Bank Pembangunan Daerah dapat lebih siap menghadapi serangan siber, menjaga kepercayaan publik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
