BTN Tambah Layanan Isi Rumah, KPR Lebih Terjangkau Indonesia
Gambar atau konten salah?
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkenalkan cara baru meminjam rumah dengan menambahkan layanan kebutuhan isi rumah ke dalam paket kredit pemilikan rumah (KPR). Pada acara media briefing di Bandung, 09 April 2024, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa inovasi ini memberi nasabah solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi.
“BTN senantiasa menemani perjalanan hidup nasabah dengan layanan yang lengkap, dari sejak anak dengan produk tabungan 'Juara' , fase remaja dimana BTN hadir dengan digital payment ecosystem, saat fase bekerja dilayani dengan tabungan rencana, payroll, KPR, layanan priority banking hingga fase ketika nasabah pensiun dengan produk kredit pensiunan, asuransi dan investasi lain,” ujar Nixon.
Nixon menambahkan bahwa visi BTN sebagai Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia tercermin dalam layanan yang meliputi semua fase kehidupan. Dengan menyalurkan lebih dari 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah sejak 01 Januari 1976 hingga 01 April 2026, BTN telah mengumpulkan total penyaluran sebesar Rp530 triliun. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menandai peran BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia.
“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Jumlah 6 juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan,” tambah Nixon.
Di kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyoroti bahwa capaian tersebut didorong oleh konsistensi BTN dalam menjaga kinerja penyaluran serta memperluas akses pembiayaan di berbagai wilayah. Ia menekankan bahwa permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. “BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Hirwandi.
Segmen mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rata‑rata penghasilan debitur KPR subsidi sekitar Rp4,9 juta per bulan. Debitur ini didominasi oleh pekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta sektor formal seperti aparatur sipil negara, karyawan swasta, dan pegawai kontrak. Data ini menunjukkan bahwa BTN berhasil menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit memperoleh hunian layak.
Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 01 March 2026, BTN mencatatkan penyaluran KPP dengan total plafon sekitar Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur. Penyaluran KPP dibagi menjadi dua sisi: supply dan demand. Dari sisi supply, BTN menyalurkan sekitar Rp1,47 triliun kepada 399 debitur yang difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan. Dari sisi demand, BTN menyalurkan sekitar Rp700 miliar kepada 2.892 debitur yang dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah. Skema ini memperkuat keterhubungan antara sisi pasokan dan permintaan dalam ekosistem perumahan.
Di luar sektor perumahan, BTN menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Hingga 01 March 2026, penyaluran KUR BTN mencapai sekitar Rp2,72 triliun, dengan komposisi KUR kecil sebesar Rp2,04 triliun (75%) dan KUR mikro sebesar Rp687 miliar (25%). Penyaluran KUR tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 59,22%, diikuti sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 12,36%, serta konstruksi sebesar 10,08%. BTN juga mencatat peningkatan kapasitas usaha debitur melalui program KUR naik kelas sebanyak 4.719 debitur, termasuk peralihan dari KUR mikro ke KUR kecil serta peningkatan plafon pembiayaan.
Seiring transformasi bisnis, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan KPR, tetapi juga memperluas perannya melalui pendekatan beyond mortgage. Salah satu inisiatif utama adalah platform digital Bale Properti, yang menyediakan layanan terintegrasi mulai dari pencarian hunian hingga proses pembiayaan secara end‑to‑end. Melalui Bale Properti, BTN telah memfasilitasi lebih dari 521 listing properti, dengan jumlah pengajuan KPR secara online mencapai rata‑rata 780 aplikasi per bulan. Platform ini juga menjalin kerja sama dengan 426 mitra pengembang dan agen properti. Proses pengajuan KPR dapat diselesaikan dalam waktu pemrosesan rata‑rata 3 hari, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan secara digital.
Selain itu, BTN menghadirkan inovasi berbasis keberlanjutan, salah satunya melalui program pembayaran angsuran KPR berbasis pengelolaan sampah. Program ini memungkinkan nasabah tetap menjaga kelancaran kewajiban pembayaran sekaligus berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan.
Di sisi lain, BTN mengembangkan program BTN Housingpreneur sebagai bagian dari penguatan ekosistem dari sisi supply. Program ini mendorong kapasitas dan kapabilitas pengembang perumahan, khususnya skala kecil dan menengah, dengan tujuan menciptakan ekosistem perumahan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR sebanyak 240.950 unit pada 01 January 2026, sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung program perumahan nasional. Melalui penguatan ekosistem digital, inovasi berbasis keberlanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN akan terus menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan berbagai inisiatif, BTN menunjukkan komitmen untuk menyediakan layanan keuangan yang menyeluruh, mulai dari tabungan anak hingga kredit pensiunan, serta memperkuat ekosistem perumahan melalui program-program yang melibatkan pengembang, kontraktor, dan masyarakat. Fokus pada integrasi layanan, keberlanjutan, dan digitalisasi menandai langkah strategis BTN dalam memenuhi kebutuhan finansial keluarga Indonesia di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Asuransi Astra Tumbuh Meski Tekanan Nilai Tukar & Suku Bunga
Menteri Keuangan: Rupiah Terkena Rumor, Bank Indonesia Fokus
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
