Buah Miracle Bantu Pasien Kanker Nikmati Makanan Lagi
Gambar atau konten salah?
Miracle fruit, buah kecil berwarna merah yang dikenal secara ilmiah sebagai Synsepalum dulcificum, berasal dari Afrika Barat. Warga setempat sudah lama menggunakannya karena kemampuannya mengubah rasa makanan asam menjadi manis. Efek ini disebabkan oleh protein miraculin yang menempel pada reseptor rasa di lidah.
Di dunia medis, buah ini mendapat sorotan karena potensi membantu pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Salah satu efek samping paling umum dari pengobatan ini adalah kondisi yang disebut chemo mouth. Pasien merasakan makanan di mulut terasa logam, hambar, atau bahkan tidak enak. Kondisi ini dapat membuat mereka kehilangan nafsu makan, menurunkan berat badan, dan menimbulkan masalah nutrisi.
Dr. Mike Cusnir, ahli onkologi di Mount Sinai Medical Center, Miami, menjelaskan, “Perubahan rasa pada mulut ini pada akhirnya membuat pasien yang melakukan kemotrapi merasa semua makanan hambar. Awalnya mungkin dianggap tidak penting, tetapi lama‑kelamaan menjadi mengganggu hingga pasien tidak mau makan dan mengalami penurunan berat badan,” ujarnya.
Menurut Cusnir, berbagai cara seperti menggunakan alat makan plastik atau menambahkan bumbu tidak selalu efektif. Ia menemukan potensi solusi ketika seorang pasien memperkenalkan miracle fruit kepadanya. Buah ini dapat mengubah persepsi rasa secara sementara, biasanya selama 30‑40 menit. Dalam sebuah studi kecil yang dilakukan timnya, sekitar setengah pasien yang mencoba miracle fruit melaporkan perbaikan persepsi rasa dan kualitas hidup yang lebih baik. Bahkan, sekitar 14 % di antaranya mengalami kenaikan berat badan.
Namun, hasil tersebut masih bersifat awal dan belum dapat digeneralisasi. Pusat kanker Memorial Sloan Kettering Cancer Center menyatakan bahwa bukti ilmiah terkait efektivitas miracle fruit masih terbatas dan tidak konsisten. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat serta keamanan penggunaannya.
Cusnir menekankan bahwa meskipun belum ditemukan efek samping serius, pasien tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mencoba terapi tambahan, termasuk menambahkan miracle fruit ke pola makan harian. “Jika pasien bisa kembali menikmati makanan, meski hanya sebagian, hal itu dapat membantu mereka merasa lebih terhubung dengan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup selama kemotrapi berlangsung,” pungkas Cusnir.
Artikel ini pertama kali muncul pada 15 April 2026. Meskipun data masih terbatas, buah kecil berwarna merah ini menunjukkan potensi sederhana namun menarik untuk membantu pasien kanker mengatasi rasa hambar akibat kemoterapi. Keputusan untuk menggunakannya tetap harus didiskusikan dengan dokter, mengingat pentingnya keamanan dan efektivitas dalam konteks perawatan kanker.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Berita Terbaru
