Buaya Besar Melintas Mangrove Surabaya, Viral di TikTok
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan seekor buaya muncul di perairan mangrove Surabaya menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut diambil oleh seorang pemancing yang berada di lokasi. Dalam klipnya, buaya terlihat muncul ke permukaan air, lalu melintas di antara pepohonan mangrove.
Ya ini dokumentasi tentang jejak kaki buaya. Lokasi di Dusun Wonorejo, di bawah jembatan semanggi, jelas perekam di unggahannya melalui akun tiktok @syams.fishing.
Di akhir video, jejak kaki buaya berukuran besar terlihat di sekitar area. Perekam menambahkan bahwa ukuran jejak tersebut kira‑kira dua kali lipat dari ukuran kaki manusia. Buaya tersebut tampak berukuran besar saat melintas di perairan mangrove.
Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran, karena kawasan tersebut sering dikunjungi warga untuk memancing dan berwisata. Namun, beberapa warganet berpendapat bahwa kemunculan buaya masih wajar, mengingat mangrove merupakan habitat alaminya.
Command Center 112 Surabaya menyatakan belum menerima laporan warga tentang buaya tersebut. Meski demikian, petugas berjanji akan melakukan penelusuran untuk memverifikasi informasi yang beredar di media sosial.
Habis ini kita coba meluncurkan teman-teman untuk melakukan asesmen di sana, kata Arif Sunandar, Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya. Ia menambahkan bahwa informasi viral tidak selalu sesuai dengan lokasi sebenarnya, sehingga verifikasi langsung di lapangan diperlukan.
Ia juga menjelaskan bahwa perairan dari Pintu Air Jagir hingga wilayah muara memang termasuk habitat buaya, berdasarkan keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Jadi kami nggak mungkin menangkap, mereka juga menyarankan kami untuk kasih himbauan biasanya kepada masyarakat. Sosialisasi kalau ada buaya untuk dijauhi, terus gak boleh bermain, gak boleh mancing, gak boleh berenang dan sebagainya. Termasuk kami biasanya buatkan papan himbauan di lokasi itu, tambahnya. Petugas akan melakukan evakuasi bila buaya ditemukan di lingkungan warga dan akan melaporkannya ke pihak terkait.
Kecuali kalau misalnya laporan dari masyarakat, ada beberapa waktu yang lalu ada buaya di rumah, dia ngerawat buaya ternyata, habis itu dia nggak bisa ngasih makan, dia takut dan sebagainya. Kita evakuasi, kita kondisikan, kita bawa ke BKSDA, pungkasnya.
Video ini muncul pada Senin, 13 April 2026. Kejadian ini menyoroti pentingnya verifikasi informasi dan kesiapan petugas dalam menangani potensi ancaman buaya di kawasan mangrove Surabaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jadwal Salat Minggu 07 Juni 2026 Denpasar dan Sekitarnya
Indonesia Raih Final Ganda dan Tunggal di Open 2026
Jadwal Sholat Bandung 07 Juni 2026: Subuh 04:26, Terbit 05:49
BMKG Prediksi Cuaca Jawa Timur 7 Juni 2026: Kabur hingga Cerah
Tuchel Khawatir Waktu Wasit, Aturan Baru Piala Dunia 2026
Raymond & Nicolaus Joaquin Raih Final Indonesia Open 2026
Indonesia Raih 3 Gelar ICC Development Awards, UAE Banyak
Jadwal Sholat Jawa Timur 7/6/2026: Imsak–Isya, Telah Dirilis
Indonesia, China, Jepang siapkan final Indonesia Open 2026
