Bucket Coffee: Kopi 1,5 Liter Jadi Tren Populer di Kafe
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 27 April 2026 – Tren kopi terus berinovasi. Kali ini, bukan rasa atau topping yang menarik, melainkan ukuran. Di Korea Selatan, kopi disajikan dalam wadah menyerupai ember dengan kapasitas mencapai 1,5 liter.
Fenomena ini dikenal sebagai “bucket coffee”. Menurut The Chosun Daily, minuman ini dilengkapi tutup dengan lubang untuk sedotan, sehingga tetap praktis meski berukuran tidak biasa. Kapasitasnya jauh melampaui rata‑rata kandung kemih orang dewasa, yang hanya sekitar 500 mililiter.
Setiap porsi bucket coffee setara dengan tiga kali kebutuhan buang air, namun tetap dirancang untuk dikonsumsi oleh satu orang saja. Sejak peluncuran di gerai Latte King cabang Seongsu, menu ini langsung menjadi salah satu yang terlaris. Banyak anak muda terlihat membawa ember plastik berisi kopi dan es di jalanan, menjadikannya simbol gaya hidup kekinian.
Ruang lingkup tren ini tidak berhenti di kafe lokal. Dunkin’ juga ikut meramaikan dengan meluncurkan “Giant Bucket” berukuran 1,4 liter, setara empat kali lebih besar dari ukuran gelas kopi biasa.
Awalnya, bucket coffee muncul di Amerika Serikat sebelum menyebar ke Korea Selatan. Viral di media sosial seperti TikTok, daya tarik utamanya bukan hanya rasa, tetapi tampilannya yang unik dan menghibur.
Ukuran sajiannya telah berkembang. Dari awalnya sekitar 350 mililiter, kini bisa mencapai 700 mililiter, 1 liter, hingga 1,5 liter. Bahkan sebuah kafe di Yangsan menawarkan minuman hingga 6 liter dalam wadah seperti baskom.
Di tengah inflasi tinggi, konsumen cenderung mencari produk yang dianggap lebih “worth it”. Meski ukurannya empat hingga lima kali lebih besar, harganya mencapai dua hingga tiga kali lipat dari biasanya. Hal ini menciptakan ilusi hemat, meski sebenarnya berpotensi mendorong konsumsi berlebihan.
Perlu diingat batas konsumsi kafein harian yang direkomendasikan, yaitu sekitar 400 miligram atau setara 2–3 cangkir Americano.
Tren bucket coffee menunjukkan bagaimana industri kopi menyesuaikan diri dengan keinginan konsumen akan sesuatu yang berbeda. Meskipun ukurannya besar, minuman ini tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mencari pengalaman visual dan rasa yang tak terlupakan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
