Bug Windrose Menyebabkan Menulis SSD Berlebihan, Patch Rilis
Gambar atau konten salah?
Windrose adalah permainan RPG bertema bajak laut yang dirilis lewat jalur Early Access di Steam pada 1 April 2026. Seperti kebanyakan game yang masuk fase Early Access, pemain biasanya menemukan sejumlah bug. Namun, Windrose menarik perhatian karena masalah yang muncul sangat ekstrem: permainan ini dapat memperpendek umur penyimpanan pemain secara drastis.
Studio Kraken Express mengembangkan Windrose sebagai game survival adventure. Pemain dapat membangun markas, bertarung, dan merampok seperti bajak laut sejati. Setelah rilis, para pemain mulai menyadari adanya aktivitas write data yang tidak wajar pada komponen penyimpanan mereka.
Ketika karakter pemain berlari mengelilingi markas, Windrose terbukti membaca dan menulis data dalam jumlah besar, mencapai lonjakan 30 MB per detik. Beban ini menjadi lebih parah ketika pemain mengemudikan kapal. Jika diakumulasi selama sesi permainan normal, Windrose menulis sekitar 108 GB per jam.
Untuk pengguna Hard Disk Drive (HDD) tradisional, beban tersebut mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi pemilik Solid State Drive (SSD), angka ini menjadi mimpi buruk. Memori NAND Flash pada SSD memiliki batas usia siklus penulisan data. SSD tipe QLC modern, yang banyak dipakai di PC kelas konsumen, sangat rentan terhadap beban penulisan I/O yang terus-menerus dipaksakan secara ekstrem.
Pixel Operative, seorang YouTuber, bersama ahli penyimpanan NewMaxx/BoreCraft melakukan penyelidikan mendalam. Mereka menemukan bahwa masalah tersebut bersumber dari sistem database RocksDB yang dipilih oleh pengembang untuk menyimpan progres pemain.
Pangkal permasalahan terletak pada konfigurasi yang salah. Kraken Express mengatur kapasitas cache database terlalu kecil. Akibatnya, memori cache langsung penuh, memaksa sistem terus-menerus membuang (flush) dan menulis puluhan ribu data perubahan status langsung ke disk fisik.
Menyadari keteledoran yang membahayakan hardware pemain, Kraken Express merespons dengan cepat. Pada 30 April 2026, studio tersebut merilis patch pembaruan untuk mengatasi penggunaan SSD dan CPU yang berlebihan.
Hasil patch sangat signifikan. Sebelum patch, kesalahan database RocksDB menghasilkan sekitar 90.000 hingga 130.000 penulisan per detik. Setelah diperbaiki, angka tersebut merosot drastis menjadi rata-rata hanya 20 hingga 30 penulisan per detik saat pemain berlayar.
Para gamer yang sudah terlanjur menginstal Windrose di PC kesayangannya disarankan segera melakukan update ke versi terbaru agar umur SSD mereka bisa terselamatkan. Windrose menunjukkan betapa pentingnya konfigurasi database yang tepat, terutama ketika game mengandalkan penyimpanan cepat dan intensif.
Kesimpulannya, Windrose menjadi contoh bagaimana sebuah bug sederhana dalam pengaturan cache database dapat memicu beban penulisan data yang berlebihan, mengancam hardware konsumen. Perbaikan cepat dari pengembang dan kesadaran pemain dalam melakukan update menunjukkan pentingnya komunikasi dan tanggap darurat dalam industri game.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Spotify Luncurkan Chatbot AI untuk Pengguna Premium
Motorola Razr Fold Hanya Rilis 1 Varian RAM di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp25,5 Juta
Motorola Luncurkan Moto Buds 2 Plus dan Moto Buds 2 di Indonesia
Motorola Razr Fold Resmi di Indonesia, Harga Rp 29,9 Juta
Tecno Pova 8 5G Resmi, Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
