Buka Puasa Multietnis di Masjid Terbesar Belanda
Gambar atau konten salah?
Pengalaman berbuka puasa di luar negeri selalu memberikan kesan tersendiri. Hal ini terlihat jelas saat acara buka bersama multietnis diadakan di halaman Masjid Ulu Camii, kota Utrecht, Belanda.
Di Belanda, populasi Muslim diperkirakan mencapai antara 1 juta hingga 1,2 juta jiwa. Jumlah ini setara dengan sekitar 5 hingga 7% dari total penduduk negara tersebut yang melebihi 18 juta jiwa. Kelompok Muslim terbesar di negara ini didominasi oleh keturunan Turki dan Maroko. Ada juga catatan bahwa lebih dari 6 ribu penduduk asli Belanda telah memeluk agama Islam.
Secara umum, Muslim di Belanda terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu Sunni dan Syiah, dengan mayoritas menganut Sunni. Belanda menempati posisi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar kelima di Eropa. Negara-negara lain yang memiliki populasi Muslim lebih besar adalah Perancis, Jerman, Inggris, dan Italia.
Sebagai salah satu komunitas Muslim terbesar, kehadiran masjid yang dikelola komunitas Turki sangat terasa. Masjid Ulu Camii di Utrecht merupakan salah satu contohnya, bahkan disebut sebagai masjid terbesar di Belanda. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2009 dan rampung pada tahun 2015.
Halaman masjid yang luas menjadi lokasi pelaksanaan acara iftar atau buka puasa bersama gratis. Acara ini menarik partisipasi Muslim dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. Bahkan, warga asli Belanda yang bukan Muslim juga turut hadir dan berbaur dalam kebersamaan tersebut.
Karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, jadwal pelaksanaan iftar mengalami perubahan. Acara yang semula direncanakan pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2026, dimajukan menjadi hari Senin, tanggal 2 Maret 2026. Meskipun dilaksanakan pada hari kerja, acara ini berhasil dihadiri oleh sekitar 2 ribu orang.
Menu yang disajikan saat berbuka puasa didominasi oleh hidangan khas Turki. Beberapa makanan yang tersedia antara lain sup lentil (linzen), roti, kurma, bulgur, baklava, dan salad. Setelah selesai makan, para hadirin bergegas masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan Salat Magrib.
Banyak diaspora Indonesia yang juga ikut serta dalam acara iftar ini. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi dan bertukar cerita satu sama lain.
Kegiatan ini menunjukkan kehangatan persaudaraan Islam di kawasan Eropa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Turis Australia Siram Pasangan China di Pulau Padar Viral
Arkeolog Temukan Kota Bizantium dan 'Lidah Emas' di Mesir
Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka, Diserbu Gen Z
Prancis Tetap Primadona Wisata Usai Kalah Piala Dunia
Hari Bastille 2026: Prancis Rayakan, Timnas Tersingkir
Perpustakaan Jakarta Kini Buka Lagi, Ada Vinyl dan Board Game
