Bulog Tandatangani Hibah Gudang Pabrik di Sumatera Selatan
Gambar atau konten salah?
Bulog menandatangani dokumen hibah untuk infrastruktur pascapanen di tiga kabupaten Sumatera Selatan: Empat Lawang, Banyuasin, dan Muara Enim. Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan oleh ketiga kepala daerah, dan hasilnya akan berupa gudang serta pabrik penggilingan beras.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa hibah lahan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Penyediaan infrastruktur pascapanen ini juga dalam rangka stabilisasi pangan. Tak hanya di kabupaten/kota yang memproduksi pangan, tapi juga stabilisasi di tingkat kabupaten/kota yang menjadi konsumen. Ini menjadi salah satu perhatian khusus presiden,” ujarnya setelah penandatangan NPHD pada 09 April 2026.
Lahan yang dihibahkan berjumlah 3 hektare di Muara Enim, 1,5 hektare di Empat Lawang, dan 8,7 hektare di Banyuasin. Di Banyuasin, selain gudang, akan dibangun fasilitas pengering mekanis (dryer) dan pabrik penggilingan padi. Banyuasin disebut sebagai salah satu sentra produksi beras di Sumatera Selatan, bahkan di tingkat nasional.
“Gudang yang akan dibangun nantinya versi terbaru, gudang akan mampu menjaga kelembaban agar beras yang disimpan bisa bertahan lama,” tambah Sudarsono. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan akan dimulai setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kementerian Pertanian, lalu dibahas dalam rapat terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Target operasional gudang adalah 12 Desember 2026 atau 01 Januari 2027. Sedangkan dryer dan penggilingan memerlukan waktu lebih lama, Targetnya gudang bisa mulai beroperasi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Sementara untuk dryer dan penggilingan membutuhkan waktu lebih lama, jelasnya.
Bulog membuka peluang bagi pemerintah daerah lain di Sumatera Selatan untuk ikut menghibahkan lahan serupa sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 14/2026. Saat ini, Bulog memiliki sekitar 1.400 unit gudang di Indonesia, namun sebagian masih berstatus sewa. Di Sumatera Selatan sendiri terdapat 10 unit gudang, dan beberapa masih sewa. Kondisi ini dianggap belum cukup, terutama di daerah sentra produksi seperti Banyuasin, karena minimnya infrastruktur pascapanen dapat menurunkan harga gabah petani.
Dengan pembangunan fasilitas baru ini, Bulog diharapkan dapat menjaga harga gabah tetap stabil di kisaran Rp 6.500 per kilogram serta mendukung swasembada pangan nasional. Dengan adanya pembangunan fasilitas baru ini, Bulog diharapkan mampu menjaga harga gabah tetap stabil di kisaran Rp 6.500 per kilogram serta mendukung swasembada pangan nasional.
Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan Bulog untuk memperkuat rantai pasok beras, mengurangi fluktuasi harga, dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah yang menjadi produsen utama beras di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
