BUMI Laba 122,3 Juta USD, Naik 35,7% di Tahun 2025
Gambar atau konten salah?
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melaporkan laba bersih sebesar US$ 122,3 juta atau setara Rp 2,07 triliun (kurs Rp 16 994 per dolar AS) pada tahun buku 2025 (tidak diaudit). Angka tersebut naik 35,7 % dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai US$ 90,1 juta.
Dari total laba bersih tersebut, bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2025 mencapai US$ 81,0 juta. Nilai ini juga tumbuh 20,1 % dibandingkan tahun buku 2024, di mana laba bersih induk tercatat US$ 67,5 juta.
“Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya, 30 Maret 2026.
Secara rinci, BUMI mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,42 miliar sepanjang 2025, naik 4,8 % dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 1,35 miliar. Beban pokok pendapatan turun 1,2 % menjadi US$ 1,17 miliar dibandingkan US$ 1,19 miliar pada tahun sebelumnya.
Dengan demikian, laba bruto BUMI naik 47,1 % menjadi US$ 249,1 juta pada 2025, dibandingkan US$ 169,3 juta pada 2024. Laba sebelum pajak juga meningkat 48,6 % menjadi US$ 181,1 juta dari US$ 121,9 juta tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, produksi batu bara sepanjang 2025 naik 0,2 % menjadi 74,8 juta ton. Penjualan batu bara mencapai 74,6 juta ton, turun 2 %, dengan harga rata-rata FOB sebesar US$ 59,7 per ton, turun 17 % dari US$ 71,8 per ton.
“Stabilitas operasional tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang, menunjukkan efektivitas pengelolaan operasional dan pengendalian biaya yang konsisten,” terang BUMI.
Perusahaan juga mengumumkan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Selain itu, earnings call atas hasil kinerja sepanjang 2025 akan dijadwalkan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada para pemangku kepentingan.
“Bumi Resources tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” tegas perusahaan.
Dengan kinerja keuangan yang kuat, BUMI menunjukkan bahwa meski harga batu bara turun, perusahaan tetap mampu meningkatkan margin dan efisiensi. Laporan ini menegaskan posisi BUMI sebagai pemain utama di sektor batu bara Indonesia, sekaligus menyoroti komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dan diversifikasi usaha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
