Bunda Rai Luncurkan Roadshow Kemanusiaan di Tabanan, 28 April

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Bunda Rai Luncurkan Roadshow Kemanusiaan di Tabanan, 28 April

Gambar atau konten salah?

Bunda Rai (Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan) turun langsung ke lapangan pada Selasa, 28 April 2026 untuk menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Bergerak dan Berbagi. Aksi ini diselenggarakan secara roadshow di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri, menampilkan kunjungan ke Desa Sesandan, Abiantuwung, Banjar Kalanganyar (Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan), dan Banjar Sangulan (Banjar Anyar, Kecamatan Kediri).

Selama perjalanan, Bunda Rai menyalurkan bantuan bedah kamar kepada warga di dua banjar tersebut. Ia tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga semangat kebersamaan. Bersama berbagai unsur penting daerah, mulai dari anggota DPRD Tabanan, Ketua GOW Budiasih Dirga, Ketua DWP Tabanan, hingga camat dan pengurus TP PKK tingkat kabupaten dan kecamatan, ia menegaskan pentingnya dukungan kolektif.

“Saya bersama-sama memberikan sedikit perhatian dan oleh‑oleh untuk bapak ibu sekalian, dan juga anak‑anak bunda. Sebagai bentuk kepedulian kami, memberikan support dan semangat, agar nanti kalau kita sudah semangat, bisa bersama‑sama membangun Tabanan,” ujar Bunda Rai dalam keterangannya.

Aksi sosial ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Di Kecamatan Tabanan, bantuan difokuskan pada kelompok rentan secara menyeluruh. Sebanyak 20 warga lanjut usia (lansia), 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, dan 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) menerima perhatian khusus. Tambahan lagi, 60 kader PKK kurang mampu turut mendapat dukungan.

Dari sisi fasilitas, penerima bantuan di Tabanan menerima 1 rehabilitasi kamar untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 8 tripod, 10 alat bantu dengar, 1 walker, serta 3 kursi roda untuk memudahkan mobilitas. Di Kecamatan Kediri, cakupan bantuan sama tak kalah luas: 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, dan 20 lansia mendapat perhatian. Penerima di Kediri juga menerima 15 balita dengan gizi kurang dan 75 kader PKK kurang mampu. Fasilitas tambahan di Kediri terdiri dari 1 rehabilitasi kamar ODGJ, 2 tripod, 3 alat bantu dengar, dan 2 kursi roda.

Setiap penerima bantuan mendapatkan paket sembako yang lengkap: 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 2 kg kacang hijau, minyak goreng, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak‑anak PAUD di tiap kecamatan.

Bunda Rai mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaan bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi warga.

Selain itu, Bunda Rai membawa misi besar terkait lingkungan. Ia menyoroti kondisi sampah di Bali yang semakin mengkhawatirkan dan mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga. “Saya mengajak semuanya di sini mari kita tanggulangi, dan tangani sampah mulai dari rumah tangga atau sumbernya. Meskipun ini rasanya sulit, tapi kalau kita mau dan niat pasti bisa kita lakukan,” ujar Bunda Rai.

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai juga menyampaikan solusi terkait pengolahan sampah organik, biopori, hingga konsep bank sampah. Ia meninjau dan menyerahkan bantuan secara simbolis berupa alat pelubang dan penutup biopori sebanyak 150 buah kepada masing-masing kecamatan. Ia bahkan memperagakan penggunaan alat pelubang biopori langsung kepada masyarakat pada pagi hari.

Tak hanya soal lingkungan, Bunda Rai kembali menghidupkan program Hatinya PKK sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ia mengajak ibu‑ibu untuk senantiasa menanam tanaman pangan dan obat di pekarangan rumah. “Kelihatan kecil, tapi jika dimulai dan terus ditekuni akan memberikan manfaat besar,” ungkapnya.

Program tersebut sekaligus menjadi persiapan menyambut HKG ke‑54. Tahun ini, TP PKK akan melaksanakan lomba Aku Hatinya PKK dan ajang pertunjukan bakat ibu‑ibu PKK melalui lomba karaoke pada puncak acara.

Selain itu, Bunda Rai mensosialisasikan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini mengalami pengembangan fungsi. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa. Melalui konsep ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan permasalahan: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketentraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan sosial. Posyandu diharapkan menjadi wadah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Chandra Suyana Putra, mengucapkan terima kasih atas konsistensi bantuan yang diberikan. “Bantuan yang ibu berikan ini sangat berguna dan membantu warga masyarakat kami. Kami berharap semoga kegiatan yang mulia ini dapat terus berlanjut agar masyarakat kami yang belum mendapatkan manfaat saat ini bisa mendapatkannya di kemudian hari,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Bunda Rai dan rekan-rekannya memperlihatkan bahwa dukungan sosial tidak hanya berupa materi, tetapi juga semangat, pendidikan, dan perbaikan lingkungan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan berdaya.

Bunda RaiTP PKKbantuan sosialsampah organikbioporiposyanduketahanan pangan

Komentar

Memuat komentar...