Bupati Asjap Luncurkan Lelang Kebaikan, 48 Rumah Siap Dibangun
Gambar atau konten salah?
Sukabumi, meski anggaran terbatas, tetap melanjutkan upaya pemulihan bagi warga yang terkena bencana pergerakan tanah di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.
Salah satu inisiatif yang muncul adalah konsep Lelang Kebaikan, yang diprakarsai oleh Bupati Asep Japar, yang akrab dipanggil Asjap.
Pada Rabu, 01 April 2026, Bupati Asjap memimpin acara peletakan batu pertama di kompleks perkampungan baru yang dinamai Kampung Mubarokah, tempat bagi penyintas bencana di Kampung Gempol.
Dia menjelaskan bahwa Kampung Mubarokah lahir dari semangat gotong royong yang ia sebut 'sedekah rumah', dan nama Kampung 'Mubarokah' diambil dari visi-misi Kabupaten Sukabumi, berharap membawa keberkahan bagi penghuninya.
“Barusan kita laksanakan peletakan batu pertama. Alhamdulillah ini berkat dukungan semua pihak, mulai dari Pak Kapolres, Pak Dandim, Pemda, hingga para pengusaha di Kabupaten Sukabumi. Ada yang menyumbang lima rumah, tiga, hingga satu rumah,” ujar Bupati Asjap di lokasi kegiatan.
Konsep Lelang Kebaikan terbukti mampu menutupi kekurangan unit hunian secara cepat. Bupati Asjap menceritakan bagaimana unit yang belum dibiayai langsung ditawarkan kepada para donatur di lokasi.
“Seperti halnya perencanaan kita bangun 100 rumah, terkumpul 83, sisa 17. Nah, tadi di-lelang kebaikan dan alhamdulillah terkumpul dari orang-orang yang ingin istilahnya sedekah rumah. Harapannya konsep ini terus berkembang karena masih ada beberapa kampung lain yang butuh bantuan serupa,” tambahnya.
Meskipun begitu, pemerintah daerah tetap memegang peran penting. Di antara 20 unit rumah yang disediakan secara langsung, sisanya diserahkan melalui lelang kebaikan, melibatkan Forum CSR perusahaan di Kabupaten Sukabumi.
Inisiatif ini tidak hanya terbatas di Cikadu. Bupati Asjap menegaskan bahwa model kolaborasi non-APBD ini mulai diterapkan di beberapa titik bencana lain di wilayah Sukabumi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Kebencanaan itu memang tanggung jawab pemerintah, tapi tidak selalu harus menjadi beban pemerintah sepenuhnya. Hasil validasi kami, ada sekitar 3.000 rumah yang harus diintervensi karena rusak parah atau hilang. Jika hanya mengandalkan dana pemerintah, tentu tidak akan cukup,” jelas Sendi.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sendi Apriadi menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat skala bencana di Sukabumi yang masif sepanjang 2024-2025.
Sendi menjelaskan bahwa target awal 20 unit rumah di tahap pertama kini telah melesat menjadi 48 unit berkat skema CSR dan bantuan instansi vertikal (Forkopimda). Ia optimis permukiman baru di atas lahan seluas 3,5 hektare dapat segera ditempati.
“Besar kemungkinan ini akan selesai sekitar bulan September, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Syarat lahan sudah clean and clear, tinggal percepatan pembangunan fisiknya saja,” pungkas Sendi.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, pemerintah Sukabumi berharap dapat mempercepat pemulihan bagi korban bencana, mengurangi beban anggaran, dan memanfaatkan sumber daya swasta untuk membangun hunian yang layak bagi warga terdampak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Jadwal Sholat Bandung 04 Juni 2026: Subuh 04:35, Zuhur 11:51
Jawa Barat Raih Opini WTP ke-15 Berturut‑turut 2025
624 Pendaftar Sekolah Maung Tampil Meski Sosialisasi Singkat
Sukabumi Bentuk Pokja BSAN, Fokus Kurangi Kekerasan Sekolah
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
