Bupati Bongkar Jembatan Rendah, Hentikan Banjir Puskesmas

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Bupati Bongkar Jembatan Rendah, Hentikan Banjir Puskesmas

Gambar atau konten salah?

Bupati Sukabumi, Asep Japar turun ke lokasi banjir bandang yang melumpuhkan fasilitas kesehatan di UPTD Puskesmas Palabuhanratu. Ia tidak hanya meninjau situasi, tapi juga langsung memegang palu godam untuk membongkar jembatan yang dianggap sebagai penyebab utama banjir.

Asep Japar mengenakan kemeja biru, rompi biru dongker beraksen merah, topi hitam, dan sepatu bot karet kuning. Pada 25 Mei 2026, ia menelusuri daerah yang penuh endapan lumpur, menembus genangan banjir yang licin dan pekat. Tujuannya: memeriksa jembatan yang melintang di Sungai Ciranca.

Di situ, Bupati mengambil palu godam berukuran besar dan memukul pagar pembatas jembatan beton. Setiap hentakan menembus beton, merobohkan struktur jembatan tua. Warga yang merekam aksi tersebut mengucapkan, “Tuh bapak lagi bongkar jembatannya.”

Ia menegaskan bahwa pembongkaran jembatan ini adalah langkah darurat dan mutlak dilakukan hari ini juga. Menurutnya, jembatan yang terlalu rendah menyumbat aliran air sungai, terutama saat membawa sampah. Akibatnya, air bah merendam fasilitas medis dan rumah warga.

“Hari ini saya sedang melakukan monitoring yang terdampak banjir, yaitu sarana Puskesmas Palabuhanratu. Tergenang air, bahkan lumpur-lumpur banyak sehingga pelayanan sekarang nggak bisa melayani. Akibat daripada jembatan yang kurang tinggi yang akhirnya balik airnya ke puskesmas,” ujar Asep Japar di lokasi.

Ia menambahkan, “Insyaallah saya bongkar hari ini. Saya bongkar hari ini karena memang itu salah satu penyebab air masuk ke puskesmas dan keluar ke perkampungan.”

Selain Palabuhanratu, Bupati menyebutkan beberapa titik lain yang terdampak hujan tinggi: “Ada di Palabuhanratu, di Ciemas, Cikakak, Surade, Bantargadung. Ada beberapa titik.”

Ketua RT 04 Kelurahan Palabuhanratu, Iis, menuding jembatan rendah dan terbengkalai sebagai penyebab utama air bah. Ia berkata, “Apalagi ini jembatan depan tea gening A, depan Puskesmas, meluap. Soalnya itu belum dibongkar. Kalau misalkan jembatan lama di atas dibongkar, pasti enggak bakalan air sampai meluap begini parahnya.”

Puskesmas Palabuhanratu memiliki riwayat panjang sebagai zona merah langganan banjir setiap kali intensitas hujan tinggi. Catatan kelam kebencanaan di fasilitas ini terus berulang dari tahun ke tahun.

Pada 1 Desember 2024, luapan sungai merendam puskesmas hingga ketinggian 1,5 meter, memaksa Tim SAR mengevakuasi puluhan jiwa dengan perahu karet. Ancaman serupa kembali menghantam pada 18 Desember 2025, menyisakan endapan lumpur tebal yang melumpuhkan total pelayanan kesehatan.

Berselang tak lama, pada 12 Januari 2026, debit air yang naik tiba-tiba bahkan sempat menjebak sekitar sepuluh orang pasien dan tenaga medis di dalam gedung sebelum akhirnya diselamatkan petugas.

Dengan dibongkarnya jembatan “biang kerok” ini secara langsung oleh Bupati, warga dan tenaga medis menaruh harapan besar agar teror banjir musiman tak lagi menjadi momok yang menghantui.

Peristiwa ini menegaskan bahwa infrastruktur rendah dapat menjadi penyebab utama banjir. Upaya pembongkaran jembatan di Palabuhanratu diharapkan dapat mencegah air masuk ke fasilitas kesehatan dan perkampungan, serta mengurangi risiko banjir di masa depan.

Bupati Sukabumibanjir bandangPuskesmas Palabuhanratujembatan rendahSungai Cirancapembongkaran jembatan

Komentar

Memuat komentar...