Bupati Demak: Normalisasi Sungai Tuntang 10 km, Rp50 Miliar

Andi B. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
Bupati Demak: Normalisasi Sungai Tuntang 10 km, Rp50 Miliar

Gambar atau konten salah?

Di Demak, Bupati Demak Eisti'anah mengumumkan bahwa Sungai Tuntang akan dinormalisasi tahun ini. Normalisasi ini menargetkan 10 kilometer sepanjang sungai, dan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 50 miliar. BBWS bertanggung jawab atas pelaksanaan. “Kemarin laporan dari BBWS rencana di tahun ini kan sebenarnya memang ada normalisasi, anggarannya Rp 50 miliar,” kata Eisti'anah, Senin, 6 April 2026.

Sungai Tuntang dikenal memiliki tanggul yang sering jebol, memicu banjir besar di wilayah Demak dan Grobogan. Pada Senin, 16 Februari 2026, dua titik di Kecamatan Kebonagung mengalami kerusakan. Baru-baru ini, pada Jumat, 3 April 2026, tiga titik di Kecamatan Guntur juga jebol. “Kemarin laporan dari BBWS rencana di tahun ini kan sebenarnya memang ada normalisasi, anggarannya Rp 50 miliar,” Eisti'anah mengulangi.

Kerusakan tanggul di Kecamatan Kebonagung memengaruhi jalur Semarang-Purwodadi yang terputus akibat arus banjir. Perbaikan tanggul dan jalan sudah selesai dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada Jumat, 13 Maret 2026.

Jebolnya tanggul di Kecamatan Guntur memicu banjir besar, dan perbaikan tanggul tersebut memengaruhi anggaran normalisasi. “Tetapi memang (anggaran Rp 50 miliar itu) terkurang dengan adanya kondisi kemarin jebol Kali Tuntang yang berimbas ke Kebonagung dan Grobogan, itu sudah mengurangi anggaran untuk pemeliharaan tersebut selain itu ini juga (tanggul jebol di Kecamatan Kebonagung),” beber Eisti'anah.

Eisti'anah menyatakan bahwa normalisasi sepanjang 10 kilometer kemungkinan akan dikurangi karena anggaran tergerus akibat kejadian tanggul jebol. “Nah kemarin disampaikan dari BBWS dan Pak Kepala Dinputaru Provinsi mungkin harusnya jaraknya 10 kilometer bisa juga berkurang, ini selain itu juga kemarin terlapor juga spot by spot gitu nggih untuk normalisasinya,” sambungnya.

Tanggul jebol di Desa Trimulyo dianggap di luar perkiraan, karena jarak tanggul tersebut dengan Kali Tuntang cukup jauh. “Memang kita lihat situasi jebol langsung di luar perkiraan begitu nggih, karena kalau kita lihat dari tanggul ini kemudian masih ada sungai, kemudian ada tanah jaraknya sampai ke Kali Tuntang itu 250 meter, jadi sebenarnya jauh dan tentunya di luar prediksi,” ucap Eisti'anah.

Puluhan rumah di Desa Trimulyo rusak akibat banjir. Pak Camat dan Pak Kepala Desa Trimulyo melaporkan 12 rumah hilang, tujuh rumah rusak berat, dan sembilan rumah rusak ringan. “Kemudian untuk masyarakat baik rumah hanyut kemudian rusak berat dan ringan ini kita akan memberikan stimulan. Kalau bisa membantu sampai berdiri alhamdulillah,” imbuhnya.

Eisti'anah tidak merinci besaran bantuan, namun ia berjanji akan menyalurkannya pekan ini. “Ini kan mungkin kategori masing-masing (stimulannya), tetapi nanti dari Pemkab siap untuk membantunya, jadi nanti kita akan mendiskusikannya dan secepatnya mungkin minggu ini bisa kita serahkan,” jelas Eistianah.

Kebijakan normalisasi Sungai Tuntang tetap menjadi prioritas, meski anggaran diperkirakan akan dikurangi. Dampak jebol tanggul di beberapa titik menambah kebutuhan perbaikan, dan pemerintah daerah berkomitmen menyediakan bantuan bagi korban banjir.

Sungai TuntangnormalisasiBBWSanggaran Rp 50 miliartanggul jebolbanjirDemak

Komentar

Memuat komentar...