Bupati Gowa Tegaskan CSR: Tambah 3.000 Ton Padi Musim Tanam

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Bupati Gowa Tegaskan CSR: Tambah 3.000 Ton Padi Musim Tanam

Gambar atau konten salah?

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang terus menegaskan pentingnya program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Program ini dirancang untuk menambah produksi gabah sebanyak 3.000 ton setiap musim tanam di Kabupaten Gowa.

Hari Rabu, 08 April 2026, Husniah hadir di Gerakan Swasembada Pangan yang berlangsung di lokasi CSR, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga. Di sana, ia turut menanam padi di lahan CSR, menandai komitmennya secara langsung terhadap program tersebut.

“Gowa ini salah satu penopang pertanian di Sulsel, sehingga saya tidak berhenti untuk terus mendorong pertanian kita semakin baik dan maju,” ujar Husniah dalam keterangannya.

Ia menekankan bahwa CSR akan terus dioptimalkan untuk memperluas lahan tanam dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga akan diperkuat agar petani dapat lebih mandiri.

“CSR kita optimalkan agar petani kita bisa terus tumbuh. Lebih khusus bukan hanya untuk menanam, tapi juga ditopang oleh alsintan yang diharapkan dapat terus diperbanyak, bukan hanya pinjam pakai, tetapi dimiliki,” katanya.

Husniah mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terhadap program strategis ini. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat membantu pengembangan CSR di daerahnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman menjelaskan bahwa CSR merupakan program strategis pemerintah pusat untuk mendukung swasembada pangan nasional. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan pangan yang terus meningkat.

“Kabupaten Gowa patut bersyukur dan berbangga karena menjadi salah satu daerah penerima manfaat program CSR, yang menunjukkan besarnya potensi daerah kita dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas padi,” ujarnya.

Zubair menambahkan bahwa program ini membuka lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi sawah baru siap tanam. Selain menambah luas lahan, program ini juga mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan, program ini mencakup lahan seluas sekitar 40 hektara dengan target tambahan hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP) per musim tanam. Produksi dihitung dari rata-rata hasil 5-6 ton per hektare.

“Program CSR di Kabupaten Gowa mencakup luasan sekitar 40 hektara yang tersebar di Kecamatan Pallangga dan Parangloe dengan melibatkan kelompok tani. Dari luasan tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan rata-rata 5 hingga 6 ton per hektar, sehingga berpotensi menambah produksi sekitar 2.500 hingga 3.000 ton GKP setiap musim tanam,” jelas Zubair.

Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dede Sulaiman, menyatakan bahwa program CSR di Kabupaten Gowa telah berjalan sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Ia menegaskan kesiapan pemerintah pusat untuk mendorong optimalisasi potensi pertanian di daerah tersebut.

“Jika masih ada potensi lainnya, kami siap mendukung untuk Kabupaten Gowa. Harapannya, seluruh lahan sawah yang ada dapat terus ditingkatkan produktivitasnya untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” pungkas Dede.

Program CSR di Gowa menandai langkah konkret pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan target produksi yang ambisius dan dukungan alat pertanian, program ini berpotensi meningkatkan produksi padi secara signifikan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Bupati GowaCetak Sawah Rakyatswasembada panganpadikesejahteraan petanikementerian pertanianlahan 40 hektara

Komentar

Memuat komentar...