Bupati Jember Optimistis Penurunan Pemberian Bantuan Pangan

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Bupati Jember Optimistis Penurunan Pemberian Bantuan Pangan

Gambar atau konten salah?

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan optimisme terkait penurunan angka kemiskinan di kabupaten yang dipimpinnya. Pernyataan ini muncul setelah data jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jember tercatat paling rendah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.

Gus Fawait menjelaskan bahwa tingkat kenaikan PBP di Jember adalah yang terendah di provinsi. “Hal ini menunjukkan adanya tren penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan bagi kabupaten tersebut dalam beberapa waktu terakhir.” ujar beliau. Ia menegaskan komitmennya: “Saya akan terus bekerja keras untuk menurunkan angka kemiskinan di Jember. Ini merupakan indikator yang baik.

Ucapan tersebut diucapkan saat Gus Fawait menghadiri sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari‑Maret 2026. Acara tersebut digelar Bulog di Pendopo Wahyawibawagraha Jember pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Bulog Jember dipimpin langsung oleh Kepala Bulog, M. Ade Saputra, dan dihadiri jajaran OPD, camat, lurah, kepala desa, serta unsur TNI dan Polri.

Tujuan kegiatan ini adalah memberi pemahaman komprehensif tentang alur teknis penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat luas. Gus Fawait mengapresiasi Bulog karena bantuan akan segera didistribusikan pada akhir Maret. Ia berharap kehadiran pejabat daerah dari berbagai tingkatan dapat menjamin kelancaran proses distribusi di lapangan.

Insyaallah, pada akhir Maret ini akan dilaksanakan penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bagi masyarakat Jember.” tambahnya. Rencana beliau termasuk memasang penanda di rumah penerima bantuan sebagai alat pendukung pendataan untuk keperluan sensus Badan Pusat Statistik (BPS).

Stiker yang akan dipasang dirancang untuk membantu sinkronisasi data dengan BPS sekaligus menjaga kehormatan serta martabat keluarga penerima manfaat. Gus Fawait menegaskan bahwa stiker tidak akan memakai kata “miskin”, melainkan hanya bertuliskan “Bantuan Pangan” disertai foto Presiden dan kepala desa.

Pemerintah daerah berkomitmen terus berkolaborasi dengan Bulog Jember agar seluruh bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran. Satgas Pengentasan Kemiskinan sudah menyiapkan program yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memantau serta memfinalisasi data masyarakat pada kategori Desil 1 dan Desil 2.

Gus Fawait menegaskan target pemerintah: jumlah penduduk miskin di Jember dapat ditekan hingga berada di bawah angka psikologis, yaitu 200.000 jiwa. Ia menilai target ini merupakan upaya besar mengingat dalam satu dekade terakhir angka kemiskinan belum pernah menyentuh level tersebut.

Dengan data PBP terendah, sinergi antara pemerintah kabupaten dan Bulog, serta rencana distribusi bantuan yang terstruktur, Jember menunjukkan langkah konkret menuju penurunan kemiskinan. Fokus pada koordinasi lintas lembaga dan pemantauan data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program ini.

Bupati JemberPenurunan KemiskinanPenerima Bantuan PanganBulog JemberKolaborasi Pemerintah dan BulogData BPSTarget 200.000 jiwa

Komentar

Memuat komentar...