Bupati Jember Perintahkan ASN Verifikasi Data Miskin
Gambar atau konten salah?
Bupati Jember Muhammad Fawait menugaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi faktual warga miskin di wilayahnya. Langkah ini bertujuan agar program penanganan kemiskinan dapat ditargetkan lebih tepat.
Menurut Bupati, selama satu dekade terakhir, angka kemiskinan di Jember tetap berada di peringkat kedua tertinggi di provinsi Jawa Timur. Ia menilai kondisi ini sebagai “kejadian luar biasa” yang memerlukan penanganan luar biasa pula. "Ini adalah kondisi yang harus kita anggap sebagai kejadian luar biasa. Penanganannya juga harus melibatkan semua pihak, tidak bisa hanya satu sektor saja," ujarnya pada Senin, 20 April 2026.
Angka kemiskinan yang tinggi, menurut Bupati, berhubungan langsung dengan masalah sosial lain. Mulai dari stunting, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga potensi peningkatan kriminalitas. “Validasi data menjadi kunci agar intervensi pemerintah tepat sasaran,” tambahnya.
Untuk mengadopsi keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya, Bupati menginstruksikan semua ASN, tanpa memandang eselon, turun ke lapangan. “Tidak melihat apakah itu eselon dua, tiga, atau empat, semua turun ke lapangan. Itu berhasil di Surabaya. Kalau Surabaya bisa, kenapa Jember tidak? Maka kami meminta tolong seluruh ASN ikut mendata,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang beban kerja ASN, khususnya guru, Bupati menegaskan tugas ini tidak akan memberatkan. Menurut perhitungannya, setiap petugas hanya memverifikasi data di beberapa rumah saja. “Kadang hanya lima rumah, bahkan ada yang hanya tiga rumah saja. Jadi sebenarnya tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengakhiri keluhan klasik warga tentang bantuan yang sering kali jatuh pada orang mampu, sementara warga miskin terlewat. Bupati menekankan pentingnya memperkaya data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan aspirasi langsung dari lapangan. "Tujuannya memastikan keadilan. Kita sering dengar keluhan yang kaya dapat bantuan, yang miskin tidak. Kita ingin memperkaya data dengan aspirasi masyarakat," ungkapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan tujuan nasional: menyejahterakan masyarakat. “Tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah menyejahterakan masyarakat. Ukurannya jelas, menurunnya angka kemiskinan. Maka ini harus dikerjakan bersama-sama,” tutupnya.
Dengan melibatkan ASN secara langsung, Jember berupaya meningkatkan akurasi data kemiskinan. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi bantuan dan menurunkan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Jadwal Sholat Jawa Timur 04 Juni 2026: Subuh Paling Awal
Kemensos Atensi Rp284,8 Juta Ke 126 Penerima Tulungagung
Berita Terbaru
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
