Bupati Kediri Berikan Kursi Roda ke Mbah Marsiyah CJH 105

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Bupati Kediri Berikan Kursi Roda ke Mbah Marsiyah CJH 105

Gambar atau konten salah?

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengunjungi rumah Mbah Marsiyah, calon jamaah haji (CJH) tertua di Indonesia, pada 29 April 2026. Di Desa Bulu, Kecamatan Semen, ia menyerahkan kursi roda yang dibutuhkan oleh Mbah yang berusia 105 tahun.

“Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah (CJH) tertua dari Kabupaten Kediri, yang dibutuhkan hanya kursi roda,” ungkap Bupati setelah menjemput Mbah di rumahnya. Ia menegaskan bahwa kondisi fisik Mbah tetap baik, bahkan kemampuan kognitifnya masih luar biasa meski sudah melewati satu abad.

Dengan kondisi tersebut, Bupati berharap Mbah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji di tanah suci. Rencana ini akan didukung oleh anak kedua Mbah, Muidah yang berusia 63 tahun, yang akan menemaninya dalam menunaikan rukun Islam ke‑5.

Bupati menambahkan bahwa para petugas pendamping haji daerah akan memprioritaskan jamaah lansia. Tahun ini, sekitar 6 petugas pendamping haji daerah akan bertugas mendampingi lebih dari 1000 CJH.

“Jamaah yang lanjut usia menjadi fokus kita,” jelas Bupati. Setelah menyerahkan kursi roda, ia berbincang dengan Mbah dan keluarganya, lalu menitipkan doa agar Kabupaten Kediri tetap menjadi daerah yang guyub, rukun dan kondusif. Ia juga memberi jeruk kepada Mbah, berharap dapat membawa berkat.

Mbah Marsiyah mengaku telah puluhan tahun memiliki keinginan untuk berangkat haji. Ia menabung dari hasil penjualan bubur. Pada tahun 2014, lapak bubur yang dijualnya terkena dampak letusan pasir Gunung Kelud, sehingga harus menutup. Meski begitu, Mbah tetap berusaha menyisihkan uang demi dapat berangkat haji.

“Kawit sadean niko pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji),” terangnya. Berkat kesabaran dan keteguhan menabung, Mbah akhirnya dapat berangkat haji pada tahun 2026. Ia pun sangat bahagia mendapatkan kursi roda dari Bupati dan berharap dapat memperlancar mobilitas ibadahnya.

“Nggih remen (senang),” ucap Mbah Marsiyah, mengekspresikan kegembiraannya.

Dengan bantuan Bupati dan dukungan petugas haji, Mbah Marsiyah, yang telah menanti puluhan tahun, kini dapat melaksanakan ibadahnya. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap jamaah lansia dalam persiapan haji, sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi perjalanan suci bagi warga yang berusia lanjut.

Bupati KediriMbah MarsiyahKursi RodaHajiJamaah LansiaPetugas Pendamping HajiGunung Kelud

Komentar

Memuat komentar...