Bupati Subandi Revitalisasi Pasar Tradisional Sidoarjo

Lina F. · 2 min baca · 23 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Bupati Subandi Revitalisasi Pasar Tradisional Sidoarjo

Gambar atau konten salah?

Di Sidoarjo, Bupati Subandi mengadakan pertemuan dengan koordinator dan pengelola pasar untuk membahas upaya revitalisasi pasar tradisional. Fokus utama adalah kios kosong yang menambah persaingan dengan pasar modern.

Pengelola pasar melaporkan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah anggaran Rp 2,3 miliar yang telah dialokasikan untuk tiga pasar: Pasar Taman, Pasar Sukodono, dan Pasar Wonoayu. Dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan paving, los basah, dan perbaikan pagar.

Di Pasar Sukodono, paving depan pasar akan ditinggikan guna mengatasi banjir saat musim hujan. Sementara itu, Pasar Krian masih menghadapi masalah tempat penampungan pascakebakaran dan saluran air yang sering tersumbat.

Koordinator pasar melaporkan kondisi Pasar Porong yang kini telah dilengkapi kanopi. Namun masih ada persoalan retribusi parkir, jalan rusak, dan drainase tersumbat.

Di Pasar Wadungasri, tingkat okupansi kios konveksi di lantai dua hanya sekitar 10% karena maraknya penjualan online dan keberadaan toko modern.

Subandi menegaskan bahwa target retribusi pasar tahun 2024 telah tercapai, namun target tahun 2025 belum terpenuhi.

"Lakukan pemetaan untuk meningkatkan retribusi. Kami juga akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar tradisional saat ini," kata Subandi, Senin (11 Mei 2026). Ia juga mendorong penerapan sistem retribusi non-tunai yang nantinya dikawal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo akan menyiapkan dashboard pendataan pasar tradisional beserta jumlah kios dan lapak pedagang. Menurutnya, kepala pasar turut dituntut mampu berinovasi agar kondisi pasar semakin nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

"Kepala pasar harus bisa berinovasi agar kondisi pasar lebih baik sehingga pembeli dan penjual merasa nyaman," tuturnya. Ia juga menambahkan, "Bila perlu disediakan jaringan WiFi gratis agar transaksi jual beli bisa dilakukan secara online."

Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pemetaan dan kajian terkait perbaikan sarana dan prasarana pasar yang dianggap tidak memadai.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pasar tradisional di Sidoarjo dapat bersaing lebih baik di tengah maraknya pasar modern, sekaligus meningkatkan pendapatan retribusi dan kenyamanan bagi semua pihak.

Bupati SubandiPasar tradisionalKios kosongRetribusi pasarAnggaran 2,3 miliarPavingWiFi gratis

Komentar

Memuat komentar...