BUPDA Intaran Jaga 80 Ha Subak Prapat Beris untuk Pertanian

Andi B. · 1 min baca · 27 hari lalu · 50 dibaca
Bisik.id
BUPDA Intaran Jaga 80 Ha Subak Prapat Beris untuk Pertanian

Gambar atau konten salah?

BUPDA Intaran, sebuah organisasi yang mengelola subak di Bali, mengumumkan upaya menjaga 80 hektare lahan subak yang tersisa di Prapat Beris, Sanur Kauh, Denpasar. Lahan ini masih dipakai untuk kegiatan pertanian. Ketua BUPDA Intaran, Anak Agung Ketut Gede Aryateja, menegaskan bahwa Subak Intaran Barat dan Subak Intaran Timur memiliki produktivitas sekitar 80 hektare. Ia mengatakan, 'Kami ingin membangkitkan lagi pertanian sebagai ketahanan pangan.'

Aryateja menegaskan bahwa lahan subak tersebut murni untuk pertahanan pangan, berbeda dengan subak pariwisata. Ia menambahkan, 'Jenis tanaman, sistem pengairan, hingga pola tanam di lahan pertanian itu mengikuti tradisi subak.'

Ia menjelaskan jadwal pengairan: 'Misal kami dapat tahun genap, subak di Desa Adat Intaran dalam satu minggu dapat lima hari untuk air. Sisa dua hari untuk pengairan desa tetangga. Begitupun tahun berikutnya, nanti desa kami hanya dapat dua hari, lima harinya mereka.'

Aryateja mengakui bahwa pembangunan masif menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian di Bali saat ini. Ia berkata, 'Ini kami baru mulai. Karena kami cari model di daerah lain supaya bisa mempertahankan 80 hektare sawah tersebut.'

Langkah pertama yang dipertimbangkan adalah menyerap hasil panen. Ia menyatakan, 'Langkah pertama mungkin menyerap hasil panen.'

Upaya ini menyoroti ketegangan antara pelestarian subak tradisional dan tekanan pembangunan modern. Melalui dialog dengan pemilik tanah, BUPDA Intaran berharap dapat menjaga lahan subak sebagai sumber pangan bagi masyarakat setempat.

BUPDA IntaransubakBalilahan subakketahanan panganpertanianpembangunan masifpelestarian subak

Komentar

Memuat komentar...