Buruh Tanam 12.000 Pohon di Bandung, Usaha Rakyat

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Buruh Tanam 12.000 Pohon di Bandung, Usaha Rakyat

Gambar atau konten salah?

10 Mei 2026 – Sejumlah buruh menanam bibit pohon di Kampung Papakmanggu, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Aksi hijau ini bertujuan mengatasi lahan kritis di wilayah tersebut. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung hadir di lokasi.

Jumhur menegaskan bahwa di Indonesia masih ada jutaan lahan yang perlu direforestasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penanaman secara masif. “Saya rasa kita punya 12,4 juta lahan yang harusnya direforestasi, ya. Ini adalah salah satu kerja keras ke sana, dan secara nasional masih akan bekerja terus. Terima kasih atas inisiatif teman‑teman buruh dan Pak Bupati untuk bisa memulai kembali, menanam bibit tumbuhan kita,” ujar Jumhur kepada awak media.

Ia menekankan bahwa gerakan menanam bersama buruh harus berkelanjutan dan tidak semata‑mata bergantung pada anggaran. “Tapi ini menjadi usaha bersama, usaha rakyat, lintas generasi, lintas sektor, lintas agama, lintas etnis, semua kalau bekerja di bawah harapan atau tekad ingin memuliakan bumi, maka insyaallah ini akan terjadi,” katanya.

Jumhur juga berbicara tentang rencana menyebarluaskan gerakan ini ke wilayah lain. Ia berharap hal itu dapat meminimalisir potensi bencana banjir dan tanah longsor. “Mudah‑mudahan dalam waktu dekat ini kita akan menjadikan ini sebuah gerakan nasional dan mudah‑mudahan juga hal‑hal tanah‑tanah yang apa, tidak tertanam selama ini akan menjadi baik kembali dan akhirnya banjir, bencana, dan sebagainya bisa diatasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik gerakan penanaman yang digelar bertepatan dengan momentum May Day. Ia menegaskan bahwa gerakan ini wajib dilakukan demi menjaga, melestarikan, hingga membumikan kepedulian lingkungan. “Kami berkolaborasi dengan serikat buruh, hampir 12.000 pohon yang ditanam pada hari ini. Mudah‑mudahan ini menjadi suatu alat untuk terus melestarikan lingkungan, menghijaukan kembali lingkungan, sehingga tidak terjadi lagi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bandung,” kata Dadang.

Dadang menjelaskan bahwa buruh di Kabupaten Bandung diinstruksikan untuk ikut menanam pohon. Ia menegaskan bahwa setiap buruh, baik di rumah maupun di perusahaan, wajib menanam dua pohon. “Ya, kita sudah bersepakat dengan serikat buruh seluruhnya, sejumlah 90.000 ini wajib menanam pohon. Seorang dua pohon. Nah, sehingga nanti apakah ini di depan halaman rumahnya masing‑masing ataupun di perusahaan, ini wajib ditanam di wilayah Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Dengan menanam hampir 12.000 pohon pada hari itu, gerakan ini menandai langkah konkret dalam upaya penghijauan. Jumhur dan Dadang berharap bahwa aksi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lahan.

Gerakan ini juga menyoroti peran buruh sebagai agen perubahan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan serikat buruh, pemerintah kabupaten, dan masyarakat, mereka berusaha mengurangi risiko bencana alam yang sering kali mengancam wilayah Bandung.

Aksi penanaman pohon di Kampung Papakmanggu menegaskan komitmen pemerintah kabupaten dan buruh dalam mengatasi masalah lahan kritis. Dengan target 12,4 juta lahan yang harus direforestasi, gerakan ini diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional, memperbaiki kondisi tanah, dan mengurangi dampak banjir serta bencana lainnya.

penanaman pohongerakan hijaureforestasibencana banjirBupati BandungKampung Papakmangguburuh

Komentar

Memuat komentar...