Burung Layang‑layang Terbang 10 Bulan Tanpa Henti di Dunia

Ayu W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Burung Layang‑layang Terbang 10 Bulan Tanpa Henti di Dunia

Gambar atau konten salah?

Burung layang‑layang biasa dapat terbang hampir sepuluh bulan tanpa henti, sebuah fakta yang dulu hanya menjadi spekulasi. Ahli ornitologi Wales, Ronald Lockley, menyatakan hal itu pada tahun 1970‑an, namun baru pada 2016 sekelompok peneliti dari Universitas Lund di Swedia dapat mengkonfirmasi teori tersebut. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Untuk menguji klaim tersebut, tim peneliti memantau 13 burung layang‑layang dewasa. Setiap burung dipasang alat pencatat data kecil yang dilengkapi akselerometer dan sensor cahaya. Alat ini merekam aktivitas terbang dan lokasi burung. Beberapa burung dipantau selama bertahun‑tahun, mengikuti migrasi mereka dari Swedia menuju Sahara selatan pada musim dingin dan kembali lagi.

Hasilnya menunjukkan bahwa burung layang‑layang memang menghabiskan sebagian besar waktunya di udara. Burung-burung yang dilacak hanya berada di darat selama dua bulan dalam setahun, dan itu pun untuk berkembang biak. Meskipun beberapa burung kadang‑kadang mendarat selama 10 bulan sisanya, mereka tetap menghabiskan lebih dari 99,5% waktu mereka untuk terbang. Tiga ekor burung terdeteksi tetap berada di udara selama 10 bulan migrasi mereka. Burung-burung ini hanya berbobot sekitar 40 gram.

Para peneliti berpendapat bahwa perbedaan antara burung yang terbang jauh dan yang mendarat mungkin terletak pada bulu mereka. Burung yang mendarat belum berganti bulu sayap, sedangkan burung yang tetap berada di udara sepanjang waktu telah berganti bulu dan mendapatkan bulu terbang baru. “Apakah mereka berganti bulu atau tidak dapat menunjukkan perbedaan kecil dalam kondisi umum atau beban parasit mereka, dan menjelaskan perilaku terbang masing-masing burung dalam spesies tersebut,” jelas penulis studi Anders Hedenström dalam sebuah pernyataan yang dirilis saat itu.

Bagaimana burung layang‑layang dapat tetap berada di udara begitu lama? Terbang memang memerlukan energi besar, namun burung layang‑layang biasa telah beradaptasi untuk menggunakan energi yang relatif sedikit selama penerbangan panjang mereka. “Burung layang‑layang biasa telah berevolusi menjadi penerbang yang sangat efisien, dengan bentuk tubuh yang ramping dan sayap yang panjang dan sempit, menghasilkan gaya angkat dengan biaya rendah,” kata Hedenström kepada Nature.

Efisiensi ini membantu mereka menggunakan lebih sedikit energi, meskipun mereka juga dapat mendapatkan dorongan cepat dari serangga yang terbang di udara. Pertanyaan lain yang muncul adalah tentang tidur. Kemungkinan burung layang‑layang melakukannya sambil terbang. “Setiap hari, saat senja dan fajar, burung layang‑layang biasa naik hingga ketinggian sekitar dua hingga tiga kilometer. Mungkin mereka tidur selama meluncur menurun, tetapi kami tidak yakin,” tegas Hedenström.

Studi ini menegaskan bahwa burung layang‑layang biasa memang merupakan penerbang yang sangat efisien, mampu menempuh jarak panjang dengan energi minim. Temuan ini juga menyoroti peran bulu dan adaptasi fisiologis dalam perilaku migrasi, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lebih lanjut tentang tidur dan energi pada burung terbang.

burung layang‑layangterbangenergi minimbulumigrasiefisiensipengukuranpenelitian

Komentar

Memuat komentar...