Bus Priority: Sistem Prioritas Bus Trans Jatim untuk Penumpang

Surya B. · 3 min baca · 15 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Bus Priority: Sistem Prioritas Bus Trans Jatim untuk Penumpang

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 19 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan bersiap menerapkan teknologi baru pada Bus Trans Jatim. Teknologi tersebut dinamakan Bus Priority dan diklaim dapat mempersingkat waktu perjalanan.

“Jadi beberapa waktu kemarin kami diundang perusahaan swasta Cina yang bergerak di sektor teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk transportasi. Sebenarnya semua teknologi di sana ternyata sudah seperti smart bus kami,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, di Gedung Negara Grahadi pada hari Selasa.

Ia menambahkan, “Namun, ada satu hal yang menarik, yaitu teknologi Bus Priority. Ini kami pelajari untuk kami adaptasikan di Bus Trans Jatim.”

Menurut Nyono, Bus Priority adalah sistem sensor yang dipasang di bus dan lampu lalu lintas sepanjang rute. “Nanti, sensor dari bus akan mengirim sinyal ke sensor yang dipasang di traffic light agar ketika bus lewat itu traffic light-nya hijau. Jadi jarak sekitar 25 Meter sebelum traffic light, sensor bus akan mengirim sinyal ke sensor traffic light apabila masih merah untuk diubah menjadi lampu kuning,” jelasnya.

“Saat jarak bus mencapai 5 meter dari lampu lalu lintas, lampu akan menyala hijau sehingga secara otomatis bus langsung jalan tanpa menunggu traffic light.” Ia melanjutkan, “Sementara di simpang yang berlawanan akan menjadi merah, karena akan diprioritaskan untuk transportasi umum.”

Nyono menegaskan, “Jadi teknologi ini sebenarnya dirancang agar masyarakat mau naik transportasi umum dan naik transportasi umum lebih cepat dan bisa memangkas waktu perjalanan.”

Rencana penerapan Bus Priority akan dimulai di Koridor I Bus Trans Jatim, yakni Sidoarjo‑Surabaya‑Gresik, dan Koridor Bus Trans Jatim Malang Raya. “Rencana kami pilot project‑nya di koridor satu dan koridor Malang Raya. Namun sekali lagi kami masih menunggu fiskal di PAPBD nanti, kalau memungkinkan atau anggarannya ada, maka akan kami terapkan tahun ini,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pusat. “Karena Bus Trans Jatim ini kan tidak hanya melintas di jalan provinsi, tapi juga jalan kabupaten, jalan nasional. Maka kami perlu koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait,” tandasnya.

Selama kunjungan ke China International ITS Industry Expo 2026 (CITSE) di Xiamen, Pemprov Jatim memperkenalkan berbagai inovasi transportasi publik yang telah dikembangkan di Jawa Timur. Salah satu highlight adalah layanan Bus Trans Jatim sebagai transportasi publik berbasis skema Buy The Service (BTS) yang terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Nyono menyampaikan, “Trans Jatim hadir sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah, mengurangi kemacetan, serta mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.” Ia menambahkan, “Saat ini, layanan Transjatim telah melayani berbagai koridor strategis di wilayah Gerbangkertosusila hingga Malang Raya dengan dukungan integrasi digital, sistem pembayaran non tunai, hingga pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).”

Forum CITSE juga menjadi ajang membuka peluang investasi di sektor transportasi lebih luas di Jatim. “Tak hanya di sektor transportasi darat seperti pengembangan layanan angkutan massal, terminal, dan sistem transportasi cerdas namun pada sektor transportasi laut lewat pengembangan infrastruktur dan pelayanan pelabuhan.” Potensi investasi pelabuhan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas logistik, distribusi barang, hingga penguatan jaringan perdagangan dan industri di Jatim,” kata Nyono.

Ia juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa TRADISI (Transjatim Ekspedisi), yakni layanan ekspedisi barang berbasis jaringan Transjatim yang mengedepankan pengiriman cepat, aman, dan tarif terjangkau di wilayah Gerbangkertosusila. “Inovasi ini diharapkan mampu memperluas fungsi layanan transportasi publik tidak hanya untuk mobilitas penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik masyarakat secara lebih efisien,” tandasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha meningkatkan efisiensi transportasi umum dan memperluas jaringan logistik, sekaligus membuka peluang investasi di sektor transportasi dan pelabuhan. Teknologi Bus Priority diharapkan dapat mempermudah perjalanan penumpang, sementara TRADISI menambah layanan ekspedisi yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik. Keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, menjadi kunci keberhasilan implementasi teknologi ini di masa depan.

Bus PriorityTrans JatimAICITSETRADISItransportasi publikpelabuhan

Komentar

Memuat komentar...