Bus Puncak‑Cugenang Tabrak Truk, 20 Luka, Tanpa Korban Jiwa
Gambar atau konten salah?
21 May 2026 – Sebuah bus bernomor polisi F 7669 WA mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak‑Cugenang, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Bus tersebut sedang melaju dari Jakarta menuju Cianjur ketika melewati kawasan yang menurun dan berbelok tajam. Di sana, bus menabrak bagian belakang truk bernomor polisi F 8138 WX yang melaju searah.
Setelah benturan, bus terpesorok ke parit di tepi kiri jalan. Kondisinya hampir terguling, namun akhirnya terhenti di situ. Sekitar 20 penumpang mengalami luka-luka akibat benturan dan pecahan kaca.
Hidayat, seorang penumpang berusia 56 tahun, mengingatkan bahwa bus sudah mengalami gangguan pada sistem pengereman saat memasuki kawasan Puncak. Ia mengatakan, “Saat masuk ke kawasan Puncak, dan kondisi jalan menurun. Bus melaju cepat seperti tidak tertahan rem. Bahkan tercium bau karena panas gesekan rem. Tapi bus terus saja dipaksakan melaju,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bus sempat berhenti di Hanjawar, Cipanas untuk memeriksa rem dengan menyiramkan air pada ban bagian belakang. Namun, setelah dipaksakan melaju, rem kembali mengalami gangguan sehingga bus kehilangan kendali.
Hidayat juga melaporkan kondisi penumpang. “Penumpang sekitar 20 orang, kondisinya luka‑luka, memar dan robek akibat serpihan kaca. Saya juga hanya bagian tangan kanan yang harus mendapatkan tindakan medis karena sobek,” jelasnya.
Ipda Ahmad Prio Gunawan, dari Polres Cianjur, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Ia menegaskan, “Korban jiwa tidak ada. Sekitar 20 orang luka‑luka. Seluruh korban sudah dievakuasi ke puskesmas setempat untuk dilakukan penanganan medis. Personel, masih berupaya mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan,” kata Prio.
Untuk proses evakuasi, tiga mobil derek dikirim ke lokasi. Prio menambahkan, “Bus sekarang sudah berhasil dievakuasi. Untuk penyebab kecelakaan masih kami selidiki lebih lanjut,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin sistem pengereman pada kendaraan yang melintasi jalan menurun. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak fisik pada penumpang menegaskan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan transportasi publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
