Busa Putih Ternyata di Bendung Sungai Bendo, Tak Berbau
Gambar atau konten salah?
Warga Dusun Bendo di Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, tak disangka ketika melihat busa putih menutupi bendung Sungai Bendo. Busa itu tampak menembus dari dasar bendung hingga setinggi tiga meter.
Foto dan video kejadian ini cepat menyebar di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Facebook Kabar Klaten News. Dalam unggahan tersebut, gumpalan busa berwarna putih bersih terlihat mengisi bendung Sungai Bendo.
Menurut pengamatan detikJateng di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB pada Senin, 13 April 2026, busa sudah tidak sebanyak awalnya. Masih ada sedikit busa, namun tidak ada aroma yang tercium di tempat tersebut.
Warga tepi sungai, Sriyanto (33), mengaku masih melihat busa banyak saat ia mengantar anaknya ke sekolah. “Tadi sekitar jam 06.30 WIB saya lewat ngantar anak di pleret (bendung) masih berbusa, warnanya putih. Tingginya ya setinggi bendungan itu,” kata Sriyanto di lokasi pada pagi hari.
Ia menambahkan bahwa busa hanya terlihat di bagian bendung saja. Sriyanto juga mengatakan kejadian tersebut sudah diinfokan di grup WA warga sekitar pukul 03.00 WIB. “Tapi saya lihat di grup (WA) warga ternyata sudah di-share jam 03.00 WIB. Penyebabnya apa dan dari mana saya tidak tahu, padahal di sini sering buat mancing ikan,” ujarnya.
Warga lain, Riyadi, melaporkan melihat langsung ke lokasi pada pukul 06.00 WIB. Ia mengamati ketinggian busa di bawah bendungan sekitar tiga meter lebih. “(Tingginya) Sampai daun waru itu, lebih (dari) tiga meter. Dari alur bawah bendung lebar busa sekitar tujuh meter,” kata Riyadi di lokasi.
Menurut Riyadi, busa itu berwarna putih bersih, tetapi tidak ada aromanya. Hanya busa tersebut lengket jika disentuh. “Hanya lengket, tapi tidak ada baunya. Baru sekali ini kejadian, dari mana juga tidak tahu,” imbuhnya.
Lurah Buntalan, Heribertus Widada, menyatakan bahwa kemunculan busa tersebut sudah ada sejak malam hari. Ia mengaku tidak melihat busa saat mengeceknya. “Saya cek baru saja sekitar pukul 09.00 WIB sudah tidak ada. Tinggal nempel di bendung, ini sekretaris kelurahan sudah mau lapor ke dinas,” kata Heri di kantornya.
Heribertus menilai kemungkinan busa berasal dari limbah kimia di atas. “Ini air grojog (mengalir) sangat deras sehingga berbusa, warna putih bersih tapi tidak berbau,” tambahnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Klaten, Srihadi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia berjanji petugas DLH akan segera memeriksa lokasi. “Ya hari ini segera dicek,” kata Srihadi saat diminta konfirmasi.
Peristiwa ini menambah perhatian warga dan pihak berwenang terhadap potensi pencemaran air di daerah tersebut. Busa putih yang muncul tanpa bau dan hanya lengket menimbulkan pertanyaan tentang sumbernya. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab dan menilai dampaknya pada ekosistem sungai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
