Busa Tinggi Tiga Meter di Sungai Bendo Klaten, DLH Cari Sumber
Gambar atau konten salah?
Sungai Bendo di Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten tiba‑tiba berbusa setinggi tiga meter. DLH Klaten melakukan verifikasi lapangan pada pukul 10.30 WIB dan mencatat bahwa di lokasi kejadian tidak ditemukan limbah maupun busa. “Tim DLH Klaten melakukan verifikasi lapangan pada pukul 10.30 WIB. Di lokasi kejadian sudah tidak ditemukan limbah atau busa,” kata kepala DLH Kabupaten Klaten, Srihadi.
Menurut Srihadi, busa sudah tidak ada lagi ketika diperiksa, karena diduga sudah hanyut. Ia menambahkan, “Menurut keterangan warga sekitar ternyata busa muncul sejak malam hari,” dan “Menurut informasi warga setempat, kejadian busa dari malam sampai tadi pagi pukul 09.00 WIB. Warga sekitar tidak mengetahui sumbernya dari mana,”.
Walaupun busa sudah hilang, Srihadi menyatakan bahwa pemeriksaan air tetap dilanjutkan. Tim mengambil sampel air di lokasi, “DLH Klaten mengambil sampel air sungai yang sudah tidak mengandung busa sebanyak 600 mililiter. Selanjutnya DLH Klaten akan melakukan identifikasi kegiatan usaha di sekitar aliran sungai Bendo Buntalan,” ujarnya.
Pengawas lingkungan hidup DLH Klaten, Rini Sri Mulyani, menjelaskan bahwa identifikasi usaha di sekitar sungai dilakukan karena busa sudah hilang saat dicek. Ia berkata, “Kemungkinan besar sudah hanyut. Nanti kita lakukan identifikasi usaha di sepanjang sungai ini,” sambil menunjukkan foto bendung yang masih mengandung busa.
Warga Dusun Bendo, Desa Buntalan mengeluhkan kemunculan busa putih yang menutupi bendung Sungai Bendo. Busa tersebut terlihat memenuhi dari bawah bendung hingga setinggi tiga meter. Sriyanto (33) mengingatkan, “Tadi sekitar jam 06.30 WIB saya lewat ngantar anak di pleret (bendung) masih berbusa, warnanya putih. Tingginya ya setinggi bendungan itu,” dan menambahkan, “Tapi saya lihat di grup (WA) warga ternyata sudah di-share jam 03.00 WIB. Penyebabnya apa dan dari mana saya tidak tahu, padahal di sini sering buat mancing ikan,”.
Warga lain, Riyadi, melihat langsung ke lokasi pukul 06.00 WIB. Ia melaporkan ketinggian busa di bawah bendungan sekitar tiga meter lebih. “Sampai daun waru itu, lebih (dari) tiga meter. Dari alur bawah bendung lebar busa sekitar tujuh meter,” kata Riyadi.
Foto dokumentasi diambil oleh dok. saksi mata, Sriyanto menunjukkan gunungan busa di bendung Sungai Bendo. (Dok. Sriyanto)
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga dan pihak berwenang. Pemerintah daerah sedang memeriksa kemungkinan pencemaran dan usaha di sekitar sungai. Sampel air sudah diambil dan akan dianalisis lebih lanjut. Warga masih belum mengetahui sumber busa, namun DLH akan terus menindaklanjuti penyelidikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Berita Terbaru
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
