Caca, Siswi SD, Tunjukkan Keberanian Bersahabat dengan Ular

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Caca, Siswi SD, Tunjukkan Keberanian Bersahabat dengan Ular

Gambar atau konten salah?

Di Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, seorang siswi SD bernama Caca menampilkan aksi bersahabat dengan ular. Ia tidak hanya menunjukkan keberaniannya, tetapi juga membawa pesan edukasi tentang mengurangi stigma mistis terhadap ular.

Ayah Caca, Jepi Kartiwa, menjelaskan bahwa ular yang kini menjadi teman setia anaknya adalah hasil evakuasi dari rumah warga. “Zoro, ular King Koros yang menjadi kesayangan Caca itu hasil evakuasi. Jadi ada ular masuk rumah warga, kemudian saya evakuasi dan bawa ke rumah. Setelah jinak, dirawat Caca. Awalnya panjang King Koros itu 1,4 meter, sekarang setelah setahun dirawat panjangnya mencapai 2 meter lebih,” kata dia, Senin (27 April 2026).

Menurut Jepi, masyarakat sekitar sering mengaitkan ular berukuran besar dengan hal mistis. Ia menambahkan, “Warga mempercayai jika ular yang besar seperti King Koros, ditambah warnanya hitam itu sebagai jelmaan makhluk halus. Jadi cenderung ke hal mistis. Makanya banyak yang langsung dibunuh.”

Namun, keberanian Caca telah mulai mengubah pandangan masyarakat. Jepi berkata, “Bahkan sekarang kalau ada ular masuk rumah langsung menghubungi saya untuk evakuasi. Tidak langsung dibunuh.”

Jepi juga menjelaskan proses perawatan ular hasil evakuasi. “Dilihat dulu ularnya apakah jadi jinak dan mau makan? Kalau iya maka akan dirawat oleh saya dan Caca. Tapi kalau stres, tidak mau makan lebih baik dikembalikan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman agar tidak bertemu dengan manusia.”

Keakraban Caca dengan ular membuat ular yang dipegang menjadi sangat jinak. Jepi mengingatkan, “Pernah dapat ular baru evakuasi dari rumah warga. Begitu dipegang sama Caca langsung nurut ularnya, jadi tenang. Mungkin karena sudah lama dengan ular, jadi bisa memahami karakter ular.”

Keinginan Caca untuk menjadi pawang ular juga terungkap. “Cita-citanya ingin jadi pawang ular, karena kan jarang perempuan jadi pawang ular. Makanya dari sekarang belajar jenis ular, bagaimana menangkap dan merawat ular, supaya tidak hanya modal berani tapi berpengetahuan juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi Caca di media sosial membuat perbincangan. Dalam video viral, siswi tersebut, masih mengenakan seragam SD, menampakkan ular King Koros di dalam tasnya. Saat seseorang menanyakan isi tas, Caca dengan tenang memegang ular dan bermain dengannya, menantang ketakutan umum terhadap makhluk tersebut.

Keteguhan Caca dan dukungan ayahnya menandai langkah kecil namun penting dalam mengubah persepsi masyarakat tentang ular. Dengan edukasi dan perawatan yang tepat, ular bukan lagi objek mistis, melainkan makhluk yang dapat dipahami dan dihargai.

CacaUlar King KorosEvakuasi UlarEdukasi UlarMasyarakat CianjurPawang UlarStigma Mistis

Komentar

Memuat komentar...